Kasus pembunuhan berantai dengan tersangka Slamet Tohari bikin geger publik. Slamet Tohari yang mengaku bisa menggandakan uang dengan keji membunuh para korbannya yang saat ini berjumlah 12 orang.
Tiga dari 12 korban aksi keji Slamet Tohari berhasil diidentifikasi dan berasal dari Jawa Barat. Satu korban diketahui bernama Paryanto (53) yang merupakan warga Sukabumi.
Sementara dua korban lainnya diketahui sebagai pasangan suami istri asal Tasikmalaya. Dua korban asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini berhasil diidentidikasi pada Senin 3 April 2023 bersama dengan korban lain yang berasal dari Gunung Kidul, Jakarta, Palembang dan Yogyakarta.
Sementara dua korban tewas lainnya berhasil diidentifikasi jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada Selasa 4 April 2023.
Menurut keterangan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi seperti dilihat dari unggahan akun Instagram @andreli_48, hasil penemuan 9 korban yang belum teridentifikasi ada enam laki-laki dengan rentang usia 40 sampai 50 tahun dan tiga perempuan dengan usia rata-rata 25 sampai 35 tahun.
Pihak kepolisian juga menjelaskan rata-rata korban aksi keji Mbah Slamet meninggal dunia karena lemas dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Aksi Serial Killer Mbah Slamet
Aksi serial killer yang dilakukan Mbah Slamet yang mengaku bisa menggandakan uang membuat publik terhenyak.
Mbah Slamet yang memiliki nama asli Slamet Tohari dan berusia 45 tahun dengan keji membunuh para korban yang terpedaya bahwa ia bisa menggandakan uang.
Dikutip dari Suara.com, Mbah Slamet melakukan aksi kejinya selama tiga tahun. Sejak 2020, aksi dari Mbah Slamet tak terendus aparat kepolisian.
"Jadi hasil tadi malam kita periksa, tersangka mengaku membunuh korbannya sejak tahun 2020," jelas Kapolres Banjarnegara AKBP Hendriyanto.
Mirisnya, Mbah Slamet bahkan sampai tidak ingat nama-nama korban aksi sadisnya.
"Tapi dia lupa nama-nama identitasnya karena kebanyakan warga luar Banjarnegara katanya. Makanya di sini kami juga ada kendala melakukan identifikasi korban", beber AKBP Hendriyanto.
Mbah Slamet mengakui bahwa uang yang ia dapat dari para korban untuk melunasi utang miliknya.
Korban Mbah Slamet sebelumnya diiming-imingi bahwa uang mereka bisa dilipatgandakan hingga Rp 5 miliar. Korban terlebih dahulu setor uang Rp40 juta hingga Rp70 juta kepada Mbah Slamet agar jumlahnya dapat dilipatgandakan oleh si dukun.
"Saya janjikan uang itu bisa digandakan sampai Rp5 miliar, sedangkan uang dari korban saya gunakan untuk bayar utang," ujar Mbah Slamet.
Tag
Berita Terkait
-
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa
-
Terungkap Identitas Pasutri Asal Lampung Korban Mbah Slamet, Ternyata Warga Pesawaran
-
Pasutri Asal Lampung Jadi Korban Pembunuhan Berantai Mbah Slamet di Banjarnegara
-
Deretan Pengakuan Aksi Keji Mbah Slamet: Beraksi Sejak 2020, Pakai Uang Korban Buat Bayar Utang
-
Mulyadi Warga Palembang Jadi Korban Dukun Pengganda Uang Mbah Slamet, Begini Kesehariannya
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali