Suara.com - Memiliki rumah pribadi bukan lagi sekadar mimpi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Lewat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau yang akrab disebut KPR Subsidi, pemerintah memberikan kemudahan bagi Anda untuk memiliki hunian dengan cicilan ringan.
Sebagai pionir perbankan di sektor perumahan, Bank BTN menjadi pilihan utama untuk menyalurkan kredit ini.
Bagaimana caranya? Mari kita bahas langkah-langkah dan syaratnya.
Siapa Saja yang Boleh Mengajukan?
Sebelum melangkah ke kantor cabang, pastikan Anda memenuhi kriteria utama berikut:
- Status Kepegawaian: WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Batas Penghasilan: Gaji pokok maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak atau Rp7 juta untuk rumah susun.
- Kepemilikan Rumah: Pemohon dan pasangan belum pernah memiliki rumah sendiri dan belum pernah menerima subsidi perumahan dari pemerintah.
- Masa Kredit: Usia maksimal saat kredit lunas adalah 65 tahun (khusus untuk ASN/TNI/Polri bisa mencapai 80 tahun).
Langkah 1: Persiapan dan Perburuan Rumah
Tahap awal adalah mencari lokasi. Anda bisa menjelajahi situs BTN Properti atau mengunjungi pameran perumahan untuk menemukan pengembang (developer) yang bekerja sama dengan BTN.
Selain itu, Anda wajib mengunduh aplikasi SiKasep. Aplikasi ini adalah gerbang utama untuk mendaftarkan diri dalam sistem informasi KPR subsidi pemerintah guna memastikan Anda terdaftar dalam kuota yang tersedia.
Baca Juga: BTN Ungkap Risiko Jika SLIK Dihapus
Langkah 2: Kelengkapan Dokumen
Siapkan berkas dalam satu map rapi. Dokumen yang dibutuhkan antara lain:
- Identitas: Fotokopi KTP (pemohon & pasangan), Kartu Keluarga, NPWP, dan Surat Nikah/Cerai.
- Bukti Penghasilan: Slip gaji terakhir, rekening koran 3 bulan terakhir, serta SK Pengangkatan Pegawai Tetap atau Surat Keterangan Kerja.
- Dokumen Khusus: Formulir aplikasi KPR BTN dan surat pernyataan bermaterai yang menyatakan Anda benar-benar belum memiliki rumah.
Langkah 3: Proses Pengajuan dan Verifikasi
Serahkan berkas tersebut ke Kantor Cabang BTN terdekat atau melalui bantuan pihak developer. Bank akan melakukan verifikasi data, termasuk pengecekan riwayat kredit melalui SLIK (dahulu BI Checking).
Pastikan Anda tidak memiliki tunggakan kredit lain yang bermasalah agar proses ini berjalan mulus.
Langkah 4: Akad dan Penyerahan Kunci
Jika aplikasi disetujui, Anda akan diundang untuk melakukan Akad Kredit. Ini adalah momen penandatanganan perjanjian di depan notaris.
Setelah itu, Bank BTN akan mencairkan dana langsung kepada developer, dan Anda pun resmi menjadi pemilik rumah dengan suku bunga flat 5% hingga masa tenor berakhir (bisa sampai 20 tahun).
Mengapa Memilih KPR Subsidi BTN?
Selain cicilannya yang tetap dan tidak mengikuti fluktuasi pasar, uang muka (down payment) yang ditawarkan sangat rendah, bahkan mulai dari 1%. Hal ini tentu sangat membantu manajemen keuangan keluarga muda atau pekerja di awal karier.
Kontributor : Rizqi Amalia
Tag
Berita Terkait
-
BTN Bidik Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi di 2026
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Kenali Apa Itu Take Over KPR dan Manfaatnya untuk Ringankan Cicilan Rumah
-
Apakah Gaji 3 Juta Bisa Beli Rumah KPR? Simak Penjelasan dan Skema Cicilannya
-
Tahapan Pengajuan KPR 2026, Kapan Sertifikat Rumah Diserahkan?
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Perusahaan Global Berebut Proyek Energi Hijau Indonesia, Saham-saham Ini Ikut Menguat
-
Prospek Properti Negara Tetangga dan Proyeksi Pasar Global Tahun 2026
-
Purbaya Mengaku Belum Diajak Bicara Istana soal Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN
-
Apindo Berharap Perjanjian Dagang RI-AS Pangkas Tarif Industri Padat Karya
-
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds
-
Pajak Kendaraan Jateng Naik Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan
-
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI
-
BPJS Gratis untuk Driver Ojol, Program Apresiasi Gojek Bikin Kerja Lebih Tenang
-
Menkeu Purbaya Kena Semprot Dua Menteri Prabowo Kurang dari 24 Jam