- One Global Capital mengembalikan dana senilai Rp1,2 triliun kepada pemodal awal 2026 dari pengembangan properti Five Dock.
- Proyek properti di pinggiran kota Sydney ini berhasil menyelesaikan siklus investasi selama dua dekade setelah kebijakan rezoning 2019.
- Strategi investasi "buy well, add value, and sell well" menghasilkan laba signifikan dari kenaikan valuasi lahan secara substansial.
Suara.com - Perusahaan pengembang properti One Global Capital melaporkan pengembalian investasi kepada para pemodal senilai Rp1,2 triliun (setara lebih dari AUD100 juta) pada awal tahun 2026.
Dana tersebut merupakan hasil dari pengembangan proyek properti jangka panjang di kawasan Five Dock, Sydney, Australia.
Keberhasilan realisasi nilai ini menandai selesainya siklus investasi yang telah berjalan selama lebih dari dua dekade.
Kawasan Five Dock sendiri menjadi sorotan karena kemampuannya memberikan imbal hasil yang signifikan bagi investor, termasuk mereka yang berasal dari Indonesia.
Five Dock merupakan sebuah pinggiran kota (suburb) di wilayah Inner West Sydney, sekitar 7 kilometer dari pusat bisnis (CBD) Sydney. Kawasan ini awalnya dikenal sebagai area residensial yang stabil sebelum akhirnya mengalami transformasi nilai yang drastis.
Titik balik pertumbuhan kawasan ini terjadi pada tahun 2019 ketika pemerintah negara bagian New South Wales menyetujui kebijakan rezoning (perubahan peruntukan lahan).
Kebijakan tersebut memungkinkan peningkatan intensitas pembangunan di area tersebut. Investasi awal yang dilakukan oleh entitas yang kini berada di bawah bendera One Global Capital tercatat dimulai sekitar 20 tahun lalu dengan modal awal sekitar AUD5 juta.
Strategi yang diterapkan di kawasan ini berfokus pada pendekatan "buy well, add value, and sell well", di mana keuntungan besar diperoleh dari kenaikan valuasi lahan setelah proses legalitas dan perencanaan wilayah rampung sepenuhnya.
Berdasarkan data operasional perusahaan, proyek di Five Dock ini menghasilkan laba yang tumbuh berkali-kali lipat dari modal awal. Berikut adalah gambaran distribusi dananya:
Baca Juga: Airlangga Yakin Lahan Papua Lebih Bagus untuk Food Estate Ketimbang Australia
- Investasi Skala Besar: Secara kumulatif, laba pengembangan mencapai lebih dari AUD100 juta.
- Imbal Hasil Investor Ritel: Investor dengan partisipasi modal awal sebesar AUD250.000 menerima total distribusi (termasuk modal) sekitar AUD2,75 juta.
- Dampak Selisih Kurs: Jika dikonversi ke Rupiah, modal awal sebesar Rp1,2 miliar pada dua dekade lalu kini terealisasi menjadi nilai sekitar Rp28,9 miliar, didorong oleh pertumbuhan nilai aset dan penguatan mata uang asing.
Memasuki tahun 2026, yang secara astrologi Tionghoa ditandai sebagai Tahun Kuda Api, industri properti global, khususnya di Australia, diprediksi akan terus menjadi instrumen perlindungan nilai (safe haven) bagi investor Asia Pasifik.
Beberapa faktor yang mendukung prospek properti di tahun 2026 meliputi:
Stabilitas Ekonomi Australia: Dengan PDB sekitar AUD2,3 triliun dan sistem hukum yang independen, Australia menawarkan kepastian regulasi yang tinggi di tengah volatilitas global.
Permintaan Struktural di Sydney: Pertumbuhan harga properti di Sydney tahun 2026 diperkirakan tetap positif akibat tingginya angka migrasi, kualitas pendidikan, serta perkembangan sektor kesehatan yang memacu permintaan residensial.
Filosofi Investasi Jangka Panjang: Tren pasar di tahun 2026 menunjukkan pergeseran di mana investor cenderung menghindari spekulasi jangka pendek (hype) dan lebih memilih aset riil dengan fundamental perencanaan yang jelas.
Samuel Sunito, Director of Capital One Global Capital, menambahkan bahwa konsistensi dalam menjaga kepercayaan investor menjadi faktor kunci dalam menghadapi siklus ekonomi di tahun-tahun mendatang.
Berita Terkait
-
Dari Novel ke Film: The Housemaid Sebuah Thriller Psikologis yang Mencekam
-
Prabowo dan PM Australia Teken Traktat Keamanan Bersama
-
Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas
-
Prabowo Ajak PM Australia Anthony Albanese Hadiri Ocean Impact Summit di Bali
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%