/
Kamis, 04 Mei 2023 | 20:37 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) dalam peresmian Gedung Nasdem Tower di Menteng, Jakarta, Selasa (22/2/2022) ([ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra])

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui memang tidak mengundang Partai Nasdem dalam pertemuan dengan parpol koalisi pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/5/2023) malam.

Menurut Jokowi, ia tak mengundang Nasdem karena partai besuta Surya Paloh itu sudah memiliki gabungan koalisi sendiri untuk Pemilu 2024, di mana berbeda dengan enam parpol yang diundang ke Istana kemarin.

"Nasdem itu, ya kita harus bicara apa adanya, kan sudah memiliki koalisi sendiri dan ini gabungan partai yang kemarin berkumpul itu kan juga ingin membangun kerja sama politik yang lain," kata Jokowi di Mal Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

Jokowi merujuk kepada Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang dideklarasikan oleh Nasdem, PKS, bersama Partai Demokrat pada 25 Maret 2023.

Atas pertimbangan itu, Jokowi tidak mengundang Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pertemuan tersebut.

Demi memberi kesempatan petinggi parpol yang hadir untuk membicarakan strategi besar lebih terbuka.

"Mestinya ini (parpol yang berkumpul) kan memiliki strategi besarnya apa. Ya masak yang di sini tahu strateginya, kan mestinya ndak seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (2/5) malam. Presiden Jokowi mengundang jajaran petinggi parpol koalisi melakukan pertemuan di Istana Merdeka.

Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Baca Juga: Jokowi: Saya Pejabat Publik Sekaligus Pejabat Politik

Kemudian, Plt. Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Load More