Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya selalu terbuka membangun koalisi atau kerja sama politik dengan partai lain.
Sekalipun, kata Megawati, PDIP dapat mengusung calon presiden (capres) sendiri karena telah melebihi presidential threshold.
Berbagai partai harus membangun koalisi untuk mencapai ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen guna mengusung capres pada Pilpres 2024.
PDIP telah mencapai presidential threshold tanpa perlu menjalin kerja sama politik dengan partai lain. Namun, Megawati terus mendorong partainya untuk membangun kerja sama.
"Saya sudah memberikan sebuah keleluasaan siapa yang akan, istilahnya, bersama kami. Saya selalu bilang bekerja sama. Nah, ternyata kan itu PPP yang paling pertama," ujar Megawati di Badung, Bali, Jumat (5/5/2023).
Megawati menambahkan, sudah ada beberapa parpol yang melobi Ketua DPP PDIP Puan Maharani untuk melakukan pertemuan.
"Memang saya sudah dengar ada beberapa yang sudah meminta, melobi Mbak Puan, untuk bisa bertemu. Saya bilang, ya, nanti direncanakan, silakan," kata Megawati.
Sebelumnya, Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyerahkan hasil Rapimnas PPP yang secara resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Penyerahan hasil rapimnas itu merupakan bukti resmi terbentuknya kerja sama politik PDI Perjuangan dan PPP setelah pimpinan dua partai politik itu bertemu di Kantor PDI Perjuangan, Jakarta, Minggu (30/4).
Baca Juga: Kesal, Megawati Minta Polri Berbenah Diri, Singgung Kasus Ferdy Sambo
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Ahmad Sahroni: Pengendara Harley Davidson Jangan Norak!
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden