Bus Rombongan peziarah jamaah majelis taklim, Masjid Baitul Hanif, Paku Jaya Serpong Utara, Tangsel, Banten masuk ke jurang d Guci Tegal, Minggu (7/5/2023).
Megutip unggahan video di akun Instagram @facebookbanten, bus yang membawa rombongan peziarah asal Kota Tangsel, Banten itu berjalan saat bus terparkir sedang dinyalakan oleh kernet.
Dalam unggahan tersebut juga diinformasikan bus tersebut tampak berjalan diturunan lantaran ganjalan bus terlepas.
"Kernet menyalakan mesin bus yang sedang di parkir, namun ganjalan bus lepas dan bus berjalan sendiri kurang lebih 30 meter dan akhirnya masuk jurang," tulis keterangan unggahan tersebut.
Dalam unggahan video tersebut tampak detik-detik bus besar warna merah tersebut melaju kencang melewati jalan turunan bahkan tak lebih dari 10 detik, bus akhirnya terguling ke kiri dan masuk ke jurang.
Sontak hal tersebut membuat warga yang berada di sekitar area itu berteriak histeris dan nampak beberapa orang berlarian untuk berupaya mengejar bus yang tengah melaju.
Usai terperosok sejumlah warga pun tampak beramai-ramai mengevakuasi para penumpang yang masih ada di dalam bus rombongan peziarah itu.
Sebelumnya diberitakan, Kabar bus rombongan peziarah asal Tangsel itu masuk ke Jurang itu dibenarkan oleh Lurah Pakujaya, Kota Tangsel Astari. Ia bahkan tengah menuju ke lokasi kecelakaan untuk memastikan kondisi warganya.
“Iya benar. Ini lagi jalan menuju lokasi,” katanya dikutip dari SuaraJakarta.id (Jaringan Suara.com), Minggu (7/5/2023).
Baca Juga: Fakta-Fakta Bus Peziarah Asal Tangsel Viral Kecelakaan Masuk Jurang di Guci
Video kecelakaan bus rombongan peziarah asal Tangsel itu pun banyak beredar di grup Whatsapp. Dalam video tersebut tampak, sebuah bus berwarna merah terguling di jurang aliran sungai.
Para penumpang yang jadi korban berupaya menyelamatkan diri keluar dari bus yang dalam posisi terguling.
Warga sekitar lokasi, turut menonton dan membantu menyelamatkan para penumpang warga Tangsel itu.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie ikut berduka atas musibah yang dialami warganya di tempat wisata Guci Tegal, Jawa Tengah itu.
Benyamin mengaku, pihaknya langsung bergerak menuju lokasi kecelakaan untuk memastikan kondisi korban.
"Saya barusan dapat kabar rombongan bus warga Tangsel mengalami kecelakaan di Guci, Tegal. Saya ingin langsung memastikan kejadian tersebut, dan ini segera saya berangkat ke Tegal," kata Benyamin.
Berita Terkait
-
Simpang Siur Biang Kerok Insiden Bus Guci Tegal: Benarkah Gegara Bocah Tarik Handrem?
-
Mengenal Tempat Wisata Guci Tegal: Fasilitas, Harga Tiket Masuk
-
Fakta-Fakta Bus Peziarah Asal Tangsel Viral Kecelakaan Masuk Jurang di Guci
-
Pemkot Tangsel Siapkan Santunan Kematian untuk Korban Kecelakaan Bus di Wisata Guci Tegal
-
Warga Tangsel Meninggal Korban Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Guci Bertambah
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Tecno Pova 8 Bersiap ke India dan Indonesia, Bawa Baterai Jumbo 8.000 mAh
-
Persija Juara Super League Musim Depan? Ini Dua Kata Kunci Shin Tae-yong
-
5 Cushion yang Dilengkapi SPF 50, Hasil Makeup Matte dan Tahan Lama
-
Tak Perlu S1! Panja RUU Polri Sepakati Syarat Masuk Polisi Tetap Minimal Lulusan SMA
-
Hyundai 'Memasak'! Siapkan Hatchback Murah Tampang ala Lamborghini
-
Shin Tae-yong Latih Persija Jakarta, Media Korea: Akhir Pahit ke Tantangan Besar
-
Review The Ugly Stepsister: Reinterpretasi Gelap Cinderella yang Visceral!
-
Persib Kena Tikung, Shin Tae-yong: Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija Jakarta
-
Keluarga Muslim Lindungi Tetangga Tionghoa saat Tragedi 98, Dihadiahi Tanah 13 Tahun Kemudian
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?