/
Rabu, 17 Mei 2023 | 16:30 WIB
Kericuhan antara kubu Indonesia dan Thailand di laga final Sea Games 2023 Kamboja (YouTube/Entertainment Mediacorp)

Aksi tak terpuji ditunjukkan pemain dan ofisial Thailand saat melawan Timnas Indonesia di final SEA Games 2023, Selasa (16/5). 

Pada pertandingan yang berlangsung di Nationl Stadium, Kamboja, ofisial dan sejumlah pemain cadangan Thailand melakukan tindakan provokasi ke bench Timnas Indonesia saat Yotaskon mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di masa injury time babak kedua. 

Ini menjadi awal mula kericuhan Timnas Indonesia U-22 vs Thailand di final SEA Games 2023. Saat Timnas Indonesia mencetak gol ketiga lewat aksi Irfan Jauhi, ofisial dan pemain cadangan Thailand saat aksi mereka dibalas. 

Kericuhan pun tercipta pada laga itu. Wasit harus mengeluarkan 7 kartu merah pada pertandingan tersebut. Manajer tumnas Sumarji bahkan menjadi korban pemukulan ofisial Thailand. 

Menyikapi hal ini, legenda Thailand Piyapong Pew-on bereaksi keras. Kritik pedas disampaikan bomber Thailand di era 90-an tersebut. 

Menurut Piyapong, apa yang dilakukan Jonathan Khemdee dkk tidak bisa diterima. Menurutnya, pemain Thailand tak mampu mengendalikan emosi di tengah kondisi tertekan. 

"Ini kekerasan yang terjadi di partai final menjadi pembelajaran bahwa pemain Thailand tak bisa mengendalikan emosi. Padahal ini faktor penting dalam pertandingan sepak bola," paparnya seperti dilansir dari laporan Thairath.co.th

"Mereka mungkin pemain muda yang tak memiliki pengalaman, tetapi setiap orang wajib mengingatkan hal seperti itu untuk menjadi pembelajaran. Jangan biarkan hal ini terjadi lagi," sambungnya. 

Lebih lanjut ia juga mengkritik pelatih Thailand, Issara Sritaro yang dianggapnya terkesan membiarkan terjadinya aksi kekerasan oleh pemain dan ofisial Thailand. 

Baca Juga: Video Titan Agung Hantam Oficial Thailand yang Provokasi Bench Timnas Indonesia, Netizen: Tampan dan Pemberani

"Beberapa staf pelatih bersitegang dengan (pihak) Indonesia, padahal itu tak boleh dilakukan oleh mereka. Staf dan pelatih berkewajiban untuk melarang pemain melalukan kekerasan,"

Eks striker Pahang FA itu pun setuju jika ada hukuman dan sanksi tegas untuk pemain dan ofisial yang terlibat insiden final SEA Games 2023. 

"Soal insiden ini, asosiasi harus memberikan sanksi berat. Pelatih Sritaro mungkin tidak terlibat. Bawa sosok yang lebih dewasa untuk mendidik para pemain ini. Kalau tidak sepak bola kita akan hancur," tegasnya. 

Load More