Kabar penembahakan Habib Bahar Bin Smith atau yang lebih dikenal Habib Bahar belakangan menyita perhatian publik.
Terbaru beredar kabar Menkopohukam Mahfud MD ultimatum Fadil saat rapat DPR RI buntut insiden Habib Bahar ditembak.
"Pasang Badan! Mahfud MD Ultimatum Fadil Saat Rapat DPR RI Gara-Gara Penembakan Habib Bahar!," tulis narasi unggahan video yang diunggah kanal YouTube LIDAH RAKYAT.
Klaim tersebut beredar dalam bentuk video yang diunggah kanal Youtube tersebut. Pada Thumbnail video tersebut terlihat foto Mahfud MD mengenakan pin merah putih.
Sementara di samping Mahfud MD duduk seorang pria berkacamata dan mengenakan batik.
Kemudian foto itu diedit seolah keduanya sedang berada dalam satu ruangan, lantaran disandingkan pula foto Kapolda Metro Jaya, Muhammad Fadil Imran.
Video berdurasi 8 menit 9 detik itu diunggah pada Minggu, 22 Mei 2023, kemudian viral sampai ditonton 13 ribu kali.
Lantas benarkah Mahfud MD ultimatum Kapolda Metro Jaya hara-gara penembakan Habib Bahar? selengkapnya mari kita simak dalam artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Baca Juga: Update Kasus Habib Bahar Mengaku Ditembak OTK, Polisi Periksa 15 Saksi
Usai dilakukan penelusuran pda video berdurasi 8 menit 9 detik itu menayangkan cuplikan pernyataan Mahfud MD yang menyebut Kapolri sedang membentuk tim.
"Kapolri membentuk tim yang terdiri dari orang-orang kredibel, yang saya kenal semuanya ada Gatot Edi, ada pak Dzofiri, kemudian ada pak wisnu, lalu ini nanti akan bergandeng tangan dengan Kompolnas yang saya pimpin dan Komnas HAM," ujarnya dalam cuplikan video itu.
Pernyataan tersebut memang benar pernah diucapkan Mahfud MD, namun ternyata video itu merupakan video lawas.
Faktanya, video pernyataan Mahfud MD itu berkaitan soal kasus Ferdy Sambo, bukan tentang kasus penembakan Habib Bahar bin Smith.
Hanya saja pemilik kanal YouTube tersebut memelintirkan atau membuat berita manipulatif.
Pernyataan lawas Mahfud MD itu diketahui pernah ditayangkan di stasiun televisi nasional pada saat itu, kemudian videonya diunggah oleh kanal YouTube KOMPASTV pada 13 Juli 2022.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Lionel Messi Buat Pernyataan Resmi Jelang Lawan Timnas Indonesia, Benarkah?
-
Cek Fakta: Hot Transfer! Marselino Ferdinan Direkrut Barcelona, Benarkah?
-
CEK FAKTA: PSSI Sukses Lobby FIFA Loloskan Timnas Indonesia Jadi Tim Kehormatan Piala Dunia U-20, Benarkah?
-
Update Kasus Habib Bahar Mengaku Ditembak OTK, Polisi Periksa 15 Saksi
-
Kondisi Terkini Habib Bahar Usai Mengaku Ditembak OTK di Bogor
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
-
Kompolnas Tak Persoalkan Polisi Buat Konten, Asal Bukan Live Streaming
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
5 Rekomendasi Tempat Ngopi Wajib Kunjung di Dramaga: Budget Aman, Kualitas Bintang Lima
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran