Proposal damai Ukraina-Rusia yang coba diusulkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berbuntut panjang.
Calon presiden (capres) dari Gerindra ini dituding bertindak tak sesuai kapasitasnya dan berperan seolah sebagai pimpinan negara alias presiden.
Tudingan ini diungkap oleh pegiat media sosial, Eko Kuntadhi. Hal ini lantaran proposal tersebut belum dibacarakan kepada Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
“Karena ketika rapat dengan DPR dan ditanyakan mengenai masalah ini, dia hanya menjawab singkat silahkan tanyakan kepada Kemenhan,” kata Eko di Youtube Cokro TV.
Menurut Eko dengan kondisi seperti ini, artinya menteri pertahanan langsung membawa proposal yang berkaitan dengan politik luar negeri tanpa diketahui Kementerian Luar Negeri.
“Dan parahnya lagi, bukan hanya Menlu loh yang nggak tahu Sepertinya Presiden Jokowi juga nggak ngerti tentang usulan ini atau belum diinformasikan atau belum dilaporkan,” tambah Eko.
“Barangkali dia mau melompati usulan itu (saran dari Menlu) agar dikesankan bahwa Prabowo membawa isu-isu perdamaian,”
“Aneh kalau memang ini nggak dikonsultasikan terlebih dahulu, seolah Prabowo sudah langsung bertindak sebagai pimpinan negara,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Larang Ekspor Bauksit Mulai 10 Juni
-
CEK FAKTA: Gerindra Gelar Kampanye Akbar Usung Anies Baswedan, Benarkah?
-
Beda Presiden Jokowi dan Kang Dedi Mulyadi Soal Usulan Prabowo Subianto Terkait Konflik Rusia-Ukraina
-
Wasekjen PA 212 Dukung Prabowo Subianto di Pemilu 2024, Ragukan Anies Baswedan karena Masalah Komitmen
-
Gagal Jadi Cawapres Jokowi di 2019, Ini Rekam Jejak Mahfud MD yang Dipertimbangkan di Bursa Pemilu 2024
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF