Pimpinan Ponpes Al Zaytun telah selesai jalani pemeriksaan oleh tim investigasi yang dibentuk Pemprov Jawa Barat. Ia menjalani pemeriksaan sekitar satu jam.
Panji Gumilang keluar dari Ruang Manglayang, Gedung Sate, Kota Bandung, sekitar pukul 17.20 WIB.
Tak banyak komentar yang ia lontarkan usai diperiksa dan langsung menuju kendaraannya di halaman Gedung Sate.
"Bagus, bagus, bagus," kata Panji saat dimintai komentar soal hasil pemeriksaan, Jumat (23/6/2023).
Panji Gumilang langsung masuk kendaraan dengan pengawalan ketat. Ia hanya melontarkan senyum seraya mengucapkan salam.
"Wassalamu'alaikum," kata Panji Gumilang.
Saat di dalam mobil, ia sempat memanggil anggota polisi yang melakukan pengawalan terhadap dirinya hingga masuk ke dalam mobil.
"Sini biar naik pangkat," kata Panji Gumilang seraya menepuk pundak anggota polisi tersebut.
Belum Siap Diklarifikasi
Baca Juga: Periksa Panji Gumilang, Ini 8 Poin yang Akan Diklarifikasi Tim Investigasi Pemprov Jabar
Ketua Tim Investigasi, Badruzzaman M. Yunus mengatakan, Panji Gumilang datang hanya untuk meminta waktu guna mempersiapkan jawaban dari sejumlah pertanyaan yang diberikan oleh tim investigasi.
"Tadinya, kami ingin mengklarifikasi apa yang beredar di masyarakat dan di media, tapi nampaknya beliau itu minta waktu kepada kami untuk mempersiapkan jawaban yang akan kami pertanyakan," kata Badruzzaman.
Badruzzaman mengatakan tim investigasi akan membuat laporan terkait pemanggilan Panji Gumilang.
Menurut dia, pihaknya pun tidak bisa memaksa Panji untuk klarifikasi. Tim investigasi pun tidak memberi tenggat waktu bagi Panji Gumilang untuk memberikan jawaban tersebut.
"Kami kan klarifikasi, nggak bisa memaksa, beliau tidak mau, ya, bagaimana?" kata Badruzzaman.
Sementara itu, Sekretaris Tim Investigasi Rafani Achyar mengatakan pihak Ponpes Al-Zaytun hanya meminta daftar pertanyaan yang berisi empat poin untuk dijawab di kemudian hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026