Mengulas penyebab Timnas Indonesia tak akan bisa menghadapi Brasil atau Portugal dalam laga bertajuk FIFA Matchday hingga akhir 2024 mendatang.
Usai laga melawan Argentina, Timnas Indonesia pun diharapkan bisa melakoni laga-laga lainnya melawan tim-tim kuat dari negara lainnya.
Harapan ini pun muncul dari pernyataan Erick Thohir selaku Ketua Umum (Ketum) PSSI, yang menyebut pihaknya mendapat respon positif dari negara-negara kuat untuk beruji tanding.
Tak tanggung-tanggung, pria yang juga menjabat Menteri BUMN ini menyebutkan negara-negara seperti Maroko, Brasil, Portugal, hingga Rusia medio Mei 2023 lalu.
Karena pernyataan itu, besar harapan pecinta sepak bola Tanah Air jika Timnas Indonesia selanjutnya bisa bertanding dengan Brasil ataupun Portugal.
Apalagi jika berkaca dari kesuksesan pertandingan FIFA Matchday Juni 2023 kala melawan juara Piala Dunia 2022, Argentina, pada Senin (19/6) lalu.
Banyak pecinta Timnas Indonesia ketagihan dengan maraknya bintang yang hadir ke Tanah Air berkat kehadiran Argentina tersebut.
Sayangnya, harapan agar Timnas Indonesia melawan Brasil atau Portugal yang dihuni banyak bintang ternama itu bisa saja tak akan terjadi dalam waktu dekat.
Apa penyebab laga Timnas Indonesia kontra Brasil atau Portugal tak akan terjadi dalam waktu dekat ini, setidaknya hingga akhir 2024?
Baca Juga: Intip Keseruan Bek Argentina Liburan di Bali Usai Lawan Timnas Indonesia, Sang Istri Bebas Berbikini
Kesibukan Masing-masing Negara
Dari Juni 2023 ini hingga akhir tahun 2024, baik Timnas Indonesia, Brasil, maupun Portugal sama-sama dihadapkan pada agenda padat.
Brasil dan Portugal bahkan memiliki agenda yang jauh lebih padat di kancah internasional ketimbang Timnas Indonesia.
Hingga akhir tahun 2024, setidaknya ada delapan kalender FIFA Matchday, di mana yang terdekat adalah pada September 2023.
Untuk FIFA Matchday September 2023, Timnas Indonesia belum memiliki lawan tanding. Meski begitu, dipastikan skuad Garuda tak akan bisa melawan Brasil ataupun Portugal.
Pasalnya pada September 2023 itu, Brasil akan mentas di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL. Sedangkan Portugal masih akan bertarung di Kualifikasi Euro 2024.
Berita Terkait
-
Intip Keseruan Bek Argentina Liburan di Bali Usai Lawan Timnas Indonesia, Sang Istri Bebas Berbikini
-
Media Argentina Ungkap Dugaan Deal-deal Politik Dibalik Timnas Indonesia vs Argentina
-
Portugal Bakal Uji Coba Lawan Timnas Indonesia, Cristiano Ronaldo Bakal Hadir?
-
Pasca Timnas Indonesia vs Argentina, 'Lionel Messi' Takjub dengan Kelezatan Kerak Telor: Rasanya Enak
-
Followers Rafael Struick Melonjak Drastis Usai Jadi Pemain Timnas Indonesia
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bersinar di Laga Spanyol Vs Cape Verde, Vozinha Ternyata Eks Rekan Setim Witan Sulaeman
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup