Pernyataan pemain timnas Indonesia, Saddil Ramdani soal kebebasan bermain dan jam terbang berbuntut panjang. Saddil mendapat sindiran telak dari eks pelatih Timnas Futsal Indonesia, Justin Lhaksana.
Dalam video yang beredar di laman sosial media, Saddil Ramdani diminta untuk sadar diri dan menurunkan ego jika tidak ingin hancur sebagai pesepak bola.
"Saddil dengerin. Yang namanya pelatih timnas itu mewakili 275 juta rakyat Indonesia. Ya, di mana ada yang namanya PSSI yang berhak mengatur sepak bola Indonesia," ucap coach Justin.
Justin Lhaksana tegaskan bahwa pelatih timnas Indonesia yang ditunjuk oleh PSSI memiliki hak mengatur untuk menjalankan sistem yang ia miliki.
"Kalau pelatih punya sebuah sistem, dan di sini jelas terbukti, lo mengatakan bahwa lo tidak diberikan jam terbang dan kebebasan bermain. Jam terbang lo harus dapatkan di mana? di saat latihan," ucap coach Justin.
Menurunya, pelatih punya hak tidak memainkan pemain yang tidak perform saat latihan. Hal itu tidak bisa diganggu gugat pemain.
"Lo boleh merasa diri lo Zidane, Messi atau Ronaldo, itu hak lo. Tapi kalo dia (pelatih) merasa lo tidak perform, lo nggak akan jadi starter," tegasnya.
Coach Justin pun meminta Saddil untuk fair terhadap dirinya sendiri bahwa pemain Sabah FC itu memang tidak perform saat mendapat kesempatan bermain bersama Timnas Indonesia.
Saddil juga disarankan untuk menurunkan ego dan sadar bahwa ia bukan siapa-siapa di sepak bola.
"Jadi gw rasa lo harus lebih bersyukur bahwa lo masih bisa masuk ke seleksi timnas. Jadi tolong turunkan ego lo bahwa lo bukan siapa-siapa," saran coach Justin.
Saddil Ramdani sebelumnya buka suara perihal kritik pedas dari publik perihal perbandingan penampilannya bersama Timnas Indonesia dengan klubnya, Sabah FC.
Saddil tak terima dengan kritikan netizen. Dalam penjelasannnya, Saddil kemudian mengatakan bahwa selama membela Timnas Indonesia, ia tak diberi kebebasan dan jam bermain.
"Jadi gini kenapa sih kalian bandingin gue di Timnas sama di klub beda? Yaaa bedalahhh, emang gue sebagai pemain butuh namanya jam terbang dan kebebasan untuk bermain, apakah di timnas kami diberikan itu? Tidakkkk sama skali!!!," tegas Saddil Ramadani.
Berita Terkait
-
FIFA U-17: Benua Asia adalah Tuan Rumah Paling Ramah bagi Para Wakil Afrika
-
2 Pemain Keturunan yang Dirumorkan Bakal Bela Timnas Indonesia, Sama-sama Main di Eropa
-
Daftar Para Juara yang Akan Kembali Bertarung di Piala Dunia U-17 Indonesia
-
Wow! Pemain Indonesia, Welber Halim Bakal Lakoni Laga Lawan Eks Klub Lionel Messi
-
Saddil Ramdani Jadi Omongan Karena Sindir Pemain Naturalisasi, Marselino Ferdinan: Jangan Menggiring Opini!
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus