Indonesia belakangan ini menjadi sorotan usai berhasil melakoni laga persahabatan dengan Timnas Argentina. Tidak hanya itu, Tanah Air juga ditunjuk FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
Kekinian, banyak yang membandingkan persepakbolaan Indonesia dengan negara lain, salah satunya Raja Isa Raja Akram Shah memang tak asing bagi pecinta bola di Indonesia.
Pelatih asal Malaysia ini sudah malang melintang dalam dunia persepakbolaan Indonesia sejak kali pertama menjejakan kakinya pada Tahun 2007 silam saat dirinya menjadi asisten Pelatih Persipura Jayapura.
Bagi Raja Isa sendiri, sepakbola Indonesia sudah tidak asing. Bahkan pelatih yang kini menjadi juru taktik di Liga Bangladesh, Muktijoddha SKC mengaku rindu dengan suasana kegilaan sepak bola di Indonesia.
Menurutnya, pendukung di Indonesia sangat fanatik dan tidak bisa disandingkan dengan negara-negara lain yang pernah dikunjunginya.
"Bola sepak di Indonesia ini gila, mungkin ramai yang tidak senang dengan apa yang saya katakan, tetapi saya rindukan suasana stadium di sana. Setiap kali turun ke perlawanan ibarat turun ke medan perang," ujarnya kepada media olahraga negeri jiran, Harimau Malaya.
Kegilaan pendukung klub sepakbola Indonesia tersebut pernah dirasakannya saat tahun 2007 ketika Persipura bermain di kandang Arema.
"Pernah pada tahun 2007 ketika menentang Arema di gelanggang lawan, pasukan saya ketika itu, Persipura Jayapura tak boleh pulang selepas berjaya menang,” katanya kepada Harimau Malaya.
Raja Isa juga mengungkapkan, fanatisme suporter di Indonesia tidak hanya dirasakan di Liga 1 Indonesia, tetapi juga Liga 2 hingga Liga 3 yang kerap membanjiri stadion.
Ia kemudian membandingkannya dengan suporter di Liga Super Malaysia yang semangat suporternya hanya berada di sejumlah klub elitenya saja.
"Kalau nak katakana perbezaan dengan Malaysia pastilah semangat penyokong itu, kalau di Malaysia sekarang kita boleh nampak pasukan Johor Darul Ta’zim, Terengganu, Selangor yang mempunyai ramai penyokong. Tetapi di Indonesia pula, walaupun saingan Liga 2 atau Liga 3 pun memang akan penuh stadium, suasana itulah yang saya rindukan."
Sebab itu, Raja Isa mengaku beruntung dengan pengalamannya pernah melatih di Liga Indonesia. Sebab menurutnya, pengalaman di Indonesia membuatnya matang dan percaya diri meski harus berpindah-pindah melatih dari satu klub ke klub lain atau negara.
Raja Isa mengakui, saat ini meski melatih di klub Bangladesh tidak merasakan atmosfer seperti di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki
-
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan
-
Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza
-
Perintah Prabowo ke PLN-Pertamina : Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan
-
Anime Firefly Wedding Bagikan Trailer Baru dan Ungkap Jadwal Tayang Oktober
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Apoteka Bahagia Medifarma Gelar Skrining Kesehatan Terpadu di Surabaya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?