/
Kamis, 20 Juli 2023 | 08:41 WIB
Cerita Tijjani Reijnders yang Pernah Jadi Kasir Minimarket hingga Disebut Manusia Kerdil. (acmilan.com)

Tijjani Reijnders resmi melanjutkan karier di Liga Italia dengan bergabung ke AC Milan. Pemain keturunan Indonesia itu dikontrak selama lima tahun, ia akan bermain bersama Milan sampai 2028. 

Dibalik capaian kariernya saat ini, Reijnders ternyata memiliki cerita perjuangan sebagai pesepak bola. Meski memiliki ayah seorang mantan pesepak bola, Martin Reijnders, sedari kecil Tijjani ternyata sosok petarung. 

Sebagai anak pertama, Tijjani jadi contoh bagi kedua adiknya. Ada satu cerita menarik soal perjuangan Tijjani semasa tinggal di Belanda. 

Kepada salah satu media Belanda, NOS, Tijjani mengatakan bahwa ia pernah bekerja sebagai kasir supermarket. Ia bahkan sempat menjadi pekerja di gudang yang menyusun barang. 

"Saya bekerja sebagai pekerja di gudang, mengisi rak dan juga sebagai kasir. Saya hanya mendapat beberapa ratus Euro saat itu," kenang Tijjani. 

Hebatnya lagi, Tijjani tak pernah menceritakan hal itu kepada kedua orang tuanya. Ia baru bercerita saat kariernya di sepak bola mulai tunjukkan hasil. 

"Saya baru-baru ini menceritakan hal itu kepada keluarga saya. Mereka kaget dan kami akhirnya berkesimpulan bahwa fase itu banyak memperkuat mental saya. Saya melihat dari dua sisi mata uang," jelasnya. 

Tak hanya itu, saat berkarier di sepak bola, Tijjani mengaku sempat diremehkan lantaran postur tubuhnya. Menurut Tijjani banyak pengorbanan yang ia lakukan saat bermain di AZ. 

Saat coba peruntungan di Twente, Tijjani ternyata pernah diremehkan karena postur tubuhnya. Ia dianggap manusia kerdil dibanding rekan-rekannya saat itu. 

Baca Juga: Eks Rekan Pemain Berdarah Indonesia yang Rayu Tijjani Reijnders Terima Pinangan AC Milan

Hal itu diamini oleh pelatih muda Twente saat itu, Rob Boudrie.  "Mereka tidak mempercayainya," ungkap Bourdie. 

Tijjani mengaku hal tersebut sempat menyerang mentalnya. Bahkan ia akui bahwa kadang keraguan muncul di dirinya untuk melanjutkan karier sepak bola. 

"Saya harus menunggu lama untuk ini semua. Kadang keraguan muncul di kepala saya, tapi untungnya keluarga sangat mendukung saya dan saya dapat mengatasi masalah itu semua,"

"Saya akhirnya bisa memenuhi impian masa kecil saya. Pada saat tertentu, Anda akhirnya menyadarin bahwa mimpu itu telah jadi kenyataan," tambah pemain yang hampir membela Timnas Indonesia itu. 

Load More