/
Kamis, 20 Juli 2023 | 16:14 WIB
dr. Yeremia Tatang dari RS Mayapada saat jadi saksi di sidang penganiayaan dengan terdakwa Mario Dandy, Kamis (20/7/2023). ([Suara.com/Rakha Arlyanto])

Kondisi David Ozora (17) terus membaik usai menjadi korban penganiayaan keji oleh terdakwa Mario Dandy Satriyo (20) pada Senin, 20 Februari 2023 lalu.

David sempat koma saat tiba di RS Mayapada usai dianiaya. Ia kemudian tersadar dan kondisinya terus membaik.

Dokter Yeremia Tatang, spesialis saraf otak dari RS Mayapada yang menangani David, mengatakan kondisi korban yang membaik merupakan sebuah mukjizat.

Hal itu disampaikannya saat hadir sebagai saksi sidang kasus penganiayaan terdakwa Mario Dandy di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/7/2023).

Awalnya, Ketua majelis hakim Alimin Ribut menanyakan perkiraan tingkat pemulihan David Ozora ke depan.

"Kalau ke depan?" tanya hakim Alimin Ribut.

"Kalau ke depan, ya, kita berusaha, Yang Mulia," jawab Tatang.

"Iya, maksudnya Saudara kan bisa berusaha sekian, memprediksi dari progres-progres yang ada dari Anda, kira-kira seperti apa pendapat Saudara?" tanya hakim Alimin, lagi.

"Terus terang saya tidak bisa prediksi berapa persen, Yang Mulia," jawab Tatang.

Baca Juga: Usai Dianaya Mario Dandy, David Alami Luka Permanen di Saraf Otak: Tidak Bisa Pulih 100 Persen

Tatang mengatakan kondisi David Ozora yang makin pulih usai penganiayaan merupakan sebuah mukjizat. 

Ia mengungkapkan, putra Jonathan Latumahina itu hanya bisa membuka mata di minggu ketiga perawatan di RS Mayapada.

"Karena ini pun, ini anak membaik ini pun, sebenarnya juga mukjizat, karena sewaktu sampai minggu ke-3 kita rawat itu dia cuma bisa buka mata dan berontak. Jadi tidak ada perubahan sama sekali sampai minggu ketiga. Padahal kita sudah cukup memberikan semua terapi yang sangat bagus sekali, tapi sampai minggu ketiga belum ada progres," ujarnya.

Tak Bisa Pulih 100 Persen

Tatang mengungkapkan, David Ozora mengalami luka di saraf otak yang bersifat permanen.

"Setelah di MRI (Magnetic Resonance Imaging) beberapa minggu, ada bercak putih, tepatnya di jembatan otak (corpus callosum) yang menghubungkan otak kiri dan kanan yang bersifat permanen," katanya.

Load More