Rendy Kjaernett membuktikan ucapannya menutup tato wajah Syahnaz Sadiqah di punggungnya. Ia akan menggantinya dengan tato lain.
Proses mengubah atau menutup tato berukuran besar bukan perkara mudah bagi Rendy Kjaernett. Ia harus merasakan sakit yang luar biasa.
Rendy Kjaernett menutup tato wajah Syahnaz itu dibantu seniman tato atau tattoo artist Hendric Shinigami.
"Kedatangan tamu spesial nih, karetnya dua," kata Hendra sembari tertawa, dikutip dari akun Instagram-nya, Kamis (20/7/2023).
"Pedas, pedas. Ampun gue, ampun!" kata Rendy ke arah kamera.
Hendric pun menasihati Rendy Kjaernett agar tak lagi membuat kesalahan yang sama. Rendy sendiri tampak sudah kapok dan menyadari kesalahannya.
"Makanya elu jangan aneh-aneh," kata Hendry.
"Enggak Koh, enggak lagi-lagi," ujar Rendy Kjaernett.
Dalam video itu terlihat Rendy tengkurap dengan kondisi tato wajah Syahnaz di punggungnya yang sudah berlumuran darah.
Baca Juga: Begini Nasib Tato Wajah Syahnaz di Punggung Rendy Kjaernett ke Depannya
"Nih Kak Lady. Sudah gue kasih, darah dibayar darah," ucap Hendric, tertawa lepas.
Dalam narasi videonya, sang tattoo artist terlihat tak segan-segan menyindir Rendy Kjaernett dengan kalimat yang cukup menusuk.
"Pantes gk sih, Org ini ditattoo?? Dari muka, sepertinya tidak ada penyesalan sama sekali ya! Apa ini menurut gw saja??" tulis @hendricshinigami.
Postingan seniman tato tersebut banjir komentar dari netizen. Ada yang menilai luka darah yang dialami Rendy Kjaernett tak sebanding dengan sakit hati yang dirasakan Lady Nayoan.
"Lebih pedes mana tato yg dihapus smpe berdarah2 sama hati istri yg udah disakiti berkali2? Luka darah masih bisa terobati, kalau luka hati mungkin kita ga tau sampe kapan bisa hilang. Kesalahan suami mungkin bisa diampuni, tp kepaitan & ketraumaannya ga tau smpe kapan bisa hilang kan .. semoga mommy Lady bisa tau ke mana langkah hidupnya akan dibawa, krna pasti seorang istri yg tersakiti bakal ilang arah," tulis @babang***.
"Sekarang masalahnya klo tato yg di hatinya bisa hilang gak ko? Ntar msih terngiang ngiang wajahnya," komentar @ricki***.
Berita Terkait
-
Lady Nayoan Tetap Ingin Pisah Usai Mediasi Cerai: Jawaban Saya Masih Sama
-
Syahnaz Nyanyikan Lagu 'Semua karena Cinta', Netizen: Semua karena Duit
-
Hendric Shinigami Melihat Rendy Kjaernett Tak Menyesal Punya Tato Wajah Syahnaz Sadiqah: Dia Masih Bisa Senyum
-
Rendy Kjaernett Siap Ladeni Jeje Govinda Bila Ditantang Duel: Pukulan Pertama Enggak Ngelawan
-
Banyak Seniman Tolak Bantu Rendy Kjaernett Tutup Tato Wajah Syahnaz Sadiqah, Hendric Shinigami: Mungkin Ini Sialnya Gue
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
Terkini
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
5 Cara Jaga Silaturahmi Setelah Lebaran via WhatsApp: Tips Praktis Biar Tetap Dekat Meski Jauh
-
Nasib Dean James Ditentukan Hari Ini? Seluruh Klub Eredivisie Gelar Rapat Darurat
-
Transaksi Penjualan Sapi dan Kerbau di Kabupaten Agam Mencapai Rp7,48 Miliar Jelang Lebaran 2026
-
Bawa Genre Beragam, Irene Pamer Vokal di Highlight Medley Album Biggest Fan
-
Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia
-
Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April
-
Bawa Misi Penting, Ini Alasan Persib Bandung ke Jakarta di Tengah Libur Super League
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati di Indonesia Februari 2026
-
Jejak Langkah di Kota Tanpa Bayangan