/
Rabu, 02 Agustus 2023 | 20:37 WIB
Kantor PSSI di Komplek GBK Senayan, Jakarta. [Adek Berry/AFP] (Adek Berry/AFP)

Sepak bola Indonesia pada era 1960-an merupakan salah satu era dimana negara ini begitu ditakuti oleh negara-negara lain. 

Salah satu yang membuat sepak bola Indonesia jaya di era itu menurut mantan ketum PSSI era 1967-1974, Kosasih Purwanegara ialah ketulusan para pemainnya. 

Menurut Kosasih, para pemain di era itu sangat lugu, sederhana hingga tidak pernah mempersoalkan imbalan yang didapat saat membela Timnas Indonesia

Di luar itu, PSSI di era itu juga ditopang oleh anggotanya yang turut membangun kompetisi Liga Indonesia. Menariknya, di era 60-an, sejumlah klub di Liga Indonesia memiliki nama-nama cukup unik. 

Jika di era LPI kita pernah mendengar nama klub Bandung FC, Jakarta FC 1928, Medan Chiefs, Real Mataram, hingga Tangerang Wolves. Maka di era 60-an nama klub lebih sederhana dan mungkin buat Anda ngakak membacanya. 

Akun Twitter @fajarjun mempublikasikan nama-nama anggota PSSI tersebut. 

Ada nama seperti Gasliko yang kepanjangan dari gabungan sepakbola Lima Kota yang bertempat di Sumatera Barat.  

Lalu ada Persatu yang ada di Tuban, hingga nama Gesit di Sulawesi Utara, Gasman di Mandar. 

Ada juga Gaswit alis Gabungan Sepakbola Pinrang, Gaspal yang ada di Palopo, lalu Persib tapi bukan di Bandung namun di Belitung, hingga ada klub bernama PSK

Baca Juga: BRI Liga 1 Baru Jalan 4 Pekan, PSSI Sudah Kumpulkan Cuan Hampir Rp1 Miliar dari Denda Klub

PSK adalah klub sepak bola di Indonesia era 60-an, singkatan dari persatuan sepak bola Kupang. 

Lantas bagaimana nasib klub itu saat ini? Banyak yang hilang begitu saja namun ada juga yang masih bertarung di kerasnya kompetisi sepak bola. 

Seperti di Kupang misalnya, namanya tak lagi jadi PSK namun PSKK (Persatuan Sepakbola Kota Kupang). 

Calon ketum PSSI, Fary Francis sempat mengatakan bahwa sepak bola di Kupang mulai diperhatian oleh industri sepak bola nasional, dengan diliriknya talenta dari NTT. 

Load More