Sepak bola Indonesia pada era 1960-an merupakan salah satu era dimana negara ini begitu ditakuti oleh negara-negara lain.
Salah satu yang membuat sepak bola Indonesia jaya di era itu menurut mantan ketum PSSI era 1967-1974, Kosasih Purwanegara ialah ketulusan para pemainnya.
Menurut Kosasih, para pemain di era itu sangat lugu, sederhana hingga tidak pernah mempersoalkan imbalan yang didapat saat membela Timnas Indonesia.
Di luar itu, PSSI di era itu juga ditopang oleh anggotanya yang turut membangun kompetisi Liga Indonesia. Menariknya, di era 60-an, sejumlah klub di Liga Indonesia memiliki nama-nama cukup unik.
Jika di era LPI kita pernah mendengar nama klub Bandung FC, Jakarta FC 1928, Medan Chiefs, Real Mataram, hingga Tangerang Wolves. Maka di era 60-an nama klub lebih sederhana dan mungkin buat Anda ngakak membacanya.
Akun Twitter @fajarjun mempublikasikan nama-nama anggota PSSI tersebut.
Ada nama seperti Gasliko yang kepanjangan dari gabungan sepakbola Lima Kota yang bertempat di Sumatera Barat.
Lalu ada Persatu yang ada di Tuban, hingga nama Gesit di Sulawesi Utara, Gasman di Mandar.
Ada juga Gaswit alis Gabungan Sepakbola Pinrang, Gaspal yang ada di Palopo, lalu Persib tapi bukan di Bandung namun di Belitung, hingga ada klub bernama PSK.
Baca Juga: BRI Liga 1 Baru Jalan 4 Pekan, PSSI Sudah Kumpulkan Cuan Hampir Rp1 Miliar dari Denda Klub
PSK adalah klub sepak bola di Indonesia era 60-an, singkatan dari persatuan sepak bola Kupang.
Lantas bagaimana nasib klub itu saat ini? Banyak yang hilang begitu saja namun ada juga yang masih bertarung di kerasnya kompetisi sepak bola.
Seperti di Kupang misalnya, namanya tak lagi jadi PSK namun PSKK (Persatuan Sepakbola Kota Kupang).
Calon ketum PSSI, Fary Francis sempat mengatakan bahwa sepak bola di Kupang mulai diperhatian oleh industri sepak bola nasional, dengan diliriknya talenta dari NTT.
Berita Terkait
-
3 Produk Jebolan Persebaya yang Jadi Andalan Timnas Indonesia, Salah Satunya Kini Main di Eropa
-
Pelatih Barcelona yang Jadi Lawan Timnas U17 Ternyata Punya Hubungan dengan Indonesia
-
Curi Start dari Timnas Indonesia U-23, Vietnam Malah Kesulitan Jelang Piala AFF U-23 2023
-
2 Tanda Mees Hilgers Bakal Jadi Pemain Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia
-
Siapa Althaf Fawwaz Khan, Pemain Diaspora Timnas U17? Kelahiran Bandung, Sekolah di Amerika, Jebolan Akademi Barcelona
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Universitas Brawijaya Gandeng CNGR dan Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri