News / Nasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 14:03 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berbincang usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta pada Senin (1/6/2026) (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri menunjukkan keakraban saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada Minggu (1/6) lalu.
  • Politisi Gerindra, Bahtra Banong, menilai pertemuan tersebut sebagai simbol persatuan pemimpin di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik global.
  • Hubungan personal yang erat antara kedua tokoh dianggap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan nasional serta ideologi Pancasila.

Suara.com - Juru Bicara Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menyambut positif momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6).

Bahtra menilai, sikap "guyub" yang ditunjukkan kedua tokoh bangsa tersebut memberikan pesan kesejukan bagi masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan para pemimpin sangat krusial di tengah kondisi dunia yang sedang tidak menentu.

"Saya melihat ini sesuatu yang sangat baik. Para pemimpin bangsa menunjukkan sikap guyub dan kebersamaan, terutama di tengah tantangan yang tidak mudah akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian," ujar Bahtra kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Legislator asal Sulawesi Tenggara ini juga memuji karakter kepemimpinan Presiden Prabowo yang konsisten menaruh hormat kepada para pendahulu dan pemimpin bangsa lainnya.

Menurutnya, semangat gotong royong adalah napas utama kepemimpinan Prabowo.

"Kita patut bersyukur memiliki pemimpin seperti Pak Prabowo yang selalu memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu. Inilah salah satu ciri khas kepemimpinan beliau, yakni mengedepankan persatuan dan semangat bahu-membahu dalam membangun bangsa," lanjutnya.

Terkait momen ikonik di mana keduanya tampak berbincang akrab hingga bergandengan tangan, Bahtra menyebut hal itu sebagai bukti bahwa hubungan personal keduanya tetap kokoh meski berada dalam dinamika politik yang berbeda.

"Komunikasi politik melalui gandengan tangan ini menunjukkan hubungan Pak Prabowo dan Ibu Megawati terjalin baik sejak lama. Kedua tokoh bangsa tersebut memiliki kedekatan emosional dan persahabatan yang kuat, sehingga silaturahmi tetap terjaga demi kepentingan bangsa dan negara," pungkasnya.

Baca Juga: Riwayat Pendidikan Dino Patti Djalal yang Kritik Kunker Prabowo ke Luar Negeri

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi momentum membahas berbagai isu strategis terkait arah masa depan bangsa dan negara.

Hasto menyampaikan harapan tersebut usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

"Beliau adalah Presiden Kelima yang memiliki banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan personal dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas berbagai hal strategis terkait arah bangsa dan negara ke depan," kata Hasto.

Menurut dia, hubungan Prabowo dan Megawati selama ini terjalin baik serta dilandasi komitmen yang sama untuk menjaga persatuan nasional dan memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Load More