/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 06:24 WIB
Barang bukti senjata api dan barang bukti lainnya milik terduga teroris berinisial DE yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/8/2023). ([ANTARA FOTO])

Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pegawai BUMN berinisial DE di Bekasi, Senin (14/8/2023). Kekinian diketahui, terduga teroris tersebut merupakan pegawai PT KAI.

Vice President Public Relation PT KAI Joni Martinus membenarkan bahwa DE yang ditangkap Densus 88 terkait tindak terorisme, merupakan pegawai PT KAI.

Secara gamblang, Joni mengungkapkan, DE berdinas di Stasiun Jakarta-Kota, dan telah menjadi pegawai sejak tahun 2016 silam.

"Tugas sehari-harinya sebagai petugas lansir," ungkap Joni dikutip dari tayangan YouTube, Selasa (15/8/2023).

Lantas apa itu petugas langsir?

Dijelaskan Joni, petugas lansir merupakan petugas yang melakukan pekerjaan menyusun rangkaian kereta api, kemudian memindah-mindahkan rangkaian kereta api.

"Termasuk juga melepas lokomotif untuk dilakukan pemeriksaan, dan misalnya pengisian bahan bakar," jelasnya.

Dalam penangkapan terduga teroris di Bekasi tersebut, personel Densus 88 juga menggeledah rumah DE di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya, Bekasi Utara.

Hasilnya, diketemukan sejumlah senjata api laras pendek dan laras panjang serta sejumlah peluru.  Petugas juga mengamankan sejumlah buku hingga ponsel milik DE.

Baca Juga: Penampakan Senjata dan Peluru di Rumah Karyawan BUMN yang Ditangkap Densus 88, Warga: Istrinya Sedang Hamil

"Barang bukti masih dihitung karena sedang penggeledahan. Ditangkap karena memiliki puluhan pucuk senjata pabrikan beserta amunisinya, diduga terafiliasi kepada ISIS," tutur Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar.

Diinformasikan juga bahwa DE memiliki sebuah rumah di Baleendah, Kabupaten Bandung, sesuai dengan alamat KTP-nya. Rumah itu juga digeledah tim Densus 88.

Load More