Timnas Indonesia U-24 bakal hadapi lawan sulit di match terakhir babak fase grup F cabor sepak bola Asian Games 2022. Nanti sore pukul 15:00 WIB, Minggu (24/9), Timnas Indonesia hadapi Korut di Zhejiang Normal University East Stadium.
Korut hampir dipastikan lolos ke babak 16 besar usai meraih dua kemenangan. Di dua laga itu selain meraih kemenangan, gawang Korut masih belum kebobolan.
Pada laga melawan Taiwan, Korut menang 2-0 dilanjutkan dengan menang 1-0 saat menghadapi Kirgistan. Rapatnya permainan Korut tentu jadi pekerjaan rumah bagi skuat Timnas Indonesia U-24.
Gawang Korut dikawal oleh kiper sarat pengalaman, Ju-hyok Kang. Ia adalah salah satu pemain senior yang dibawa Korut ke Asian Games 2022.
Kiper berusia 26 tahun itu sudah memiliki caps 17 pertandingan bersama Korut U-23. Ia sudah dimainkan di tim Korut U-23 sejak 10 Januari 2018.
Boleh dibilang Ju-hyok Kang jadi andalan Korut di sektor penjaga gawang. Pasalnya ia cukup apik menjaga gawang Korut, sejumlah tim seperti Thailand dan Vietnam dibuat kesulitan menaklukannya.
Thailand U-23 misalnya pada 2018 di ajang Piala AFC U-23 2018 dibuat kesulitan untuk bisa bobol gawang Ju-hyok Kang dan harus menyerah 0-1 dari Korut.
Kekalahan juga harus dirasakan Vietnam saat jumpa Korut di ajang Piala AFC U-23 2020. Vietnam menyerah dengan skor 1-2. Yang menarik Singapura U-23 sempat mampu menahan imbang Korut yang dikawal Ju-hyok Kang.
Ikhsan Fandi sukses merobek gawang Korut yang dikawal Ju-hyok Kang. Dari catatan media Vietnam, Nguoiduatin.vn, kiper Korut ini memang sulit untuk ditaklukkan.
"Aksi Hoang Duc di sisi sayap kiri dan diakhiri dengan tendangan dari sudut sempit masih bisa dihalau kiper Korut," ulas media Vietnam tersebut.
Timnas Indonesia U-24 Butuh Improvisasi
Menilik dari permainan saat kekalahan dari Taiwan, Timnas Indonesia U-24 harus ada banyak perubahan saat hadapi Korut. Utamanya bagaimana improvisasi permainan harus lebih ditingkatkan.
Hal itu yang disampaikan oleh pengamat sepak bola Binder Singh. Menurut bung Binder, di laga melawan Taiwan, permainan Timnas Indonesia mampu dibaca dengan mudah oleh lawan karena hanya mengandalkan skema serangan dari sisi sayap.
"Indonesia jelas menguasai pertandingan (saat melawan Taiwan), kalau dari presentase Indonesia menguasai hampir 70 persen ball possession. Tapi kan ball possession ini untuk menciptakan peluang yang berbahaya," jelas bung Binder.
"Nah dari mana taktik China Taipei itu unggul? karena pemain China Taipei menutup ruang di kedua sektor sayap. Sebab Timnas Indonesia terus menurus menyerang dari sektor sayap tersebut,"
Berita Terkait
-
Opsi Line Up Timnas Indonesia U-24 Vs Korea Utara yang Bisa Dipilih Indra Sjafri, Skuat Garuda Wajib Menang!
-
Pemain Timnas Indonesia Bongkar Kekurangan Skuad Garuda Jelang Hadapi Korea Utara, Harus "Tobat" dari Hal Buruk Ini
-
Jelang Match Day Terakhir Asian Games, 7 Negara Pastikan Lolos ke 16 Besar
-
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Timnas Indonesia U-24 vs Korut di RCTI Hari Ini: Laga Hidup Mati
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Tertahan di Legislatif, Akademisi Sebut Sekadar Tambal Sulam
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Langkah Damai 57 Bhikkhu Menuju Borobudur Warnai Waisak 2026
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Callista Arum Ketakutan Lakoni Adegan Ekstrem di Film Tumbal Proyek
-
Cuma Pakai BRI, Saldo Tizzo Timezone Otomatis Jadi Dua Kali Lipat!