Kasus pembunuhan berencana menggaetkan banyak pihak terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang suami bersama anaknya nekat menghabisi satu keluarga lantara sang istri memilih poliandri.
Dikutip dari SuaraSulsel.id, tersangka utama dalam kasus pembunuhan ini adalah HL (60). Informasi dari pihak kepolisian, HL mengaku cemburu dan dendam karena korban FS menikah siri dengan istri pelaku yakni Hj NU sejak Juni 2020.
Awalnya, HL disebut setuju jika sang istri menikahi dengan pria lain. Namun HL kemudian cemburan karena perlakuan sang istri kepada suami keduanya.
Akibatnya para pelaku kemudian melakukan pembunuhan berencana yang menyebabkan tiga korban yang masih satu keluarga tewas. Deretan korban yaitu AB(60), FS(22), SU(40) ketiganya mengalami luka tusuk hingga meninggal dunia.
AB adalah paman FS (suami kedua istri HL), sementara SU adalah paman, saudara kandung dari orangtua FS.
Lantas seperti apa sejarah praktik poliandri ini? Sejak kapan praktik wanita bersuami lebih dari satu sudah berlangsung?
Dikutip Moots.Suara.com dari Britannica, istilah poliandri berasal dari bahasa Yunani yakni polys yang berarti banyak, dan andros yaitu manusia.
Praktik poliandri terbagi menjadi beberapa bagian. Jika istri menikahi saudara laki-laki dari suami pertamanya maka hal itu disebut poliandri franternal.
Praktik poliandri sangat dilarang karena membuat kacau dan dianggap sumber masalah. Jika sang istri menikah lebih dari satu laki-laki, maka tidak dapat diidentifikasi sel sperma dari pria manakah yang berhasil membuahi.
Hal ini menimbulkan banyak konflik seperti soal hak waris, pemenuhan nafkah kepada anak jika sang istri diceraikan oleh salah satu suaminya.
Menurut sejarahnya, ada dua wilayah di dunia yang mempraktekkan poliandri ini hingga abad ke 21 yakni di Tibet dan Kepulauan Marquesas di Pasifik Selatan.
Tak hanya di dua wilayah itu, di Cina praktik poliandri sempat marak dilakukan di abad ke-18 hingga 19. Menurut akar sejarah dari Stanford University, Matthew Sommer, praktek poliandri di Cina di abad itu disebabkan faktor ekonomi.
Seorang istri di Cina yang melakukan praktik poliandri menginginkan adanya bantuan secara ekonomi dari suami keduanya tersebut. Mengambil suami kedua adalah cara untuk menjaga keluarga agar tetap bersama.
Perkawinan poliandri terpanjang di Cina berlangsung selama 28 tahun. Meski Matthew mencatat bahwa beberapa pasangan pun berakhir dengan tragedi pembunuhan di antara ketiga individu terkait.
Berita Terkait
-
Heboh Wanita Cantik Asal Sukoharjo Mendadak Hilang Tanpa Kabar, Begini Ciri-cirinya
-
Budaya dan Pergaulan Bebas Jadi Penyebab Tingginya Perkawinan Anak di Sulawesi Selatan
-
Potensi Ekonomi Teluk Bone Akan Dihidupkan Kembali
-
Geger Wanita di Sukabumi Disebut Lahirkan Anak Tanpa Hamil karena Perut Tak Membesar, Begini Penjelasan Medisnya
-
Kecelakaan Berujung Keributan di Bundaran Senayan, Mobil Sport Ferrari Merah Seruduk Taksi dan Pemotor hingga Ringsek
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan
-
Area Rumah yang Harus Diperiksa Usai Mudik Lebaran Agar Tetap Aman dan Nyaman Dihuni
-
Narasi 'Not That Bad' Prabowo: Standar Kemajuan atau Jebakan Rasa Puas?
-
Dea Annisa Rela Tunda Nikah Demi Jadi Tulang Punggung Keluarga dan Biayai Pendidikan Adik
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat
-
Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat
-
Tips Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tidak Dipakai dengan Aman dan Mudah
-
PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H