Ustaz Abdul Somad lewat akun X miliknya @UAS_AbdulSomad unggah foto manuskrip Belanda yang diklaim berasal dari tahun 1642.
Dari caption foto unggahan itu, UAS menyebutkan bahwa manuskrip itu tersimpan di Perpustakaan Leiden, Belanda.
"Manuskrip lama yang tersimpan di Perpustakaan Leiden Belanda dari tahun 1642," tulis caption unggahan UAS di akun X miliknya.
Ditambahkan oleh UAS bahwa dari penjelasan manuskrip Belanda itu pulau Rempang sudah dihuni oleh orang Melayu.
"Pulau Rempang sudah tercatat berpenduduk Bangsa Melayu, Mereka bukti sejarah yang kokoh di Pulau Rempang," tegas UAS.
Dari foto unggahan UAS, manuskrip itu berjudul 'De Orang Benoea's of wilden. Malaka in 1642'
Di manuskrip itu dijelaskan bahwa para pendukung awal Pulau Rempang tinggal di sekitar sungai dan pegunungan di kawasan Nanningh dan Moar.
Manuskrip itu sendiri bersumber dari jurnal karya Newbold tahun 1849 yang berjudul 'Aku di Malaka (Acoount of Malacca)'
Unggahan dari UAS ini pun ramai dibicarakan oleh publik di laman sosial media.
Baca Juga: Arie Untung Terkejut Lihat Kamar Tidur UAS: Masya Allah, Sederhana Banget
Salah satu pengguna X dengan username @lhayesno kemudian menjelaskan sepintas soal isi dari manuskrip unggahan UAS. Ia menayangkan percakapan antara dirinya dengan salah satu ahli arsip Belanda.
Dari hasil chat itu si ahli arsip Belanda menerangkan kata 'omzweren' yang tercantum di manuskrip tersebut. Menurutnya Omzweren bisa artikan yang berkeliaran di Pulau Rempang.
Seperti diketahui, Pulau Rempang saat ini tengah jadi sorotan. Konflik agraria di sana berawal dari penolakan warga lokal atas rencana pembangunan proyek strategis nasional Rempang Eco City.
Berita Terkait
-
Komnas HAM: Banyak Posko Aparat, Warga Rempang Tak Nyaman
-
Cerita Pemain Kelahiran Makassar Pertama di Belanda, Jadi Idola Legenda Ajax: Gelandang dengan Bakat Alami
-
Komnas HAM Klaim Temukan 5 Selongsong Gas Air Mata Di SD Pulau Rempang, Sengaja Ditembakan?
-
Rafael Struick Main di Klub, Ado Den Haag: Pemain Internasional Indonesia
-
Demi Investasi, BP Batam Kekeh Relokasi Warga Pulau Rempang Pada 28 September Mendatang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bertahun-tahun Bungkam, Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung dari SD-SMA di Sukabumi Terbongkar
-
Mitsubishi Lampaui Target Penjualan di GIIAS 2026, New XForce Hadirkan Sinyal Positif
-
Kemenko Polkam Ganti Motor Wartawan yang Raib Saat Liputan Karhutla
-
Masyarakat Makassar Cuan dari Sampah Plastik, Disulap Jadi Furnitur
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Masjid Istiqlal Dikabarkan Masuk Pasar Modal, OJK: Masih Sebatas Wacana
-
Belum Memiliki Penasihat Hukum, Sidang Perdana Terdakwa Pembunuhan Anak Politisi Cilegon Ditunda
-
Persib Bandung Disanksi FIFA, Ferry Paulus Yakin Masalah Enteng Bakal Cepat Selesai
-
Cushion Apa yang Bisa Menutupi Bekas Jerawat? Ini 9 Rekomendasi Terbaik untuk Makeup Flawless
-
Wagub Surya: Majukan Pendidikan Nias Barat Butuh Kolaborasi Semua Pihak