Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong diminta mendepak bek kanan Skuad Garuda, Asnawi Mangkualam jelang laga kontra Brunei Darussalam di babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Seperti diketahui, Asnawi Mangkualam menjadi salah satu pemain yang dipanggil Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia pada pertandingan kontra Brunei Darussalam.
Asnawi Mangkualam juga terbilang menjadi salah satu pemain kesayangan Shin Tae-yong lantaran kerap dipercaya mengisi lini pertahanan Timnas Indonesia dalam berbagai laga.
Namun, belakangan Shin Tae-yong malah diminta untuk mendepak Asnawi Mangkualam lantaran penampilannya ketika bermain di Korea Selatan banyak menuai kritik.
Sebagai pemain abroad, penampilan Asnawi yang berkarier di klub Liga 2 Korea Selatan Jeonnam Dragons belakangan banyak mendapat kritik atas permainannya.
Awalnya, akun instagram resmi PSSI membuat postingan soal penjualan tiket Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam, dikutip dari denpasar.suara.com pada Senin, (9/10/2023).
"Penjualan tiket laga Tim Nasional Indonesia vs Brunei Darussalam resmi dibuka, saatnya ramaikan GBK," tulis Instagram resmi PSSI dalam postingannya.
Kemudian postingan itu dibanjiri ribuan komentar para pecinta sepakbola tanah air, yang ingin garuda tampil dengan baik di lapangan hijau.
Salah satu dari mereka mendesak Shin Tae Yong agar membuang Asnawi Mangkualam dan mencari pemain penggantinya. Menurutnya, cara bermain Asnawi bisa merugikan Timnas.
"Kini tiba saatnya kapten Asnawi dikeluarkan dari Timnas Indonesia dan digantikan pemain lain Timnas Indonesia," desak akun @endrew728.
"Asnawi menerima banyak pelanggaran, kartu kuning dan kartu merah di Korea. Harus ada pernyataan lengkap, ganti biar Asnawi bangun @shintaeyong7777," tegas akun tersebut.
Sementara itu, dikutip dari transfermarkt.com, Asnawi Mangkualam tercatat mendapatkan 4 kartu kuning ditambah 1 kartu kuning yang berujung 1 kartu merah selama bermain di Liga Korea Selatan.
Kamis, 12 Oktober 2023 Timnas Indonesia akan menghadapi Brunei Darussalam dalam laga kualifikasi Piala Dunia. Pertandingan itu akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Berita Terkait
-
Cerita Disiplin Harga Mati Bagi Shin Tae-yong: Anda Terlambat, Anda Akan Hancur
-
Asnawi Mangkualam Jadi Starter di Laga Kontra Klub Mantan Ansan Greeners, Jeonnam Dragons Menang Tipis
-
Asnawi Mangkualam Dikritik Soal Hal Ini Usai Dipanggil Bela Timnas Indonesia Kontra Brunei Darussalam
-
Asnawi Mangkualam Lawan Mantan Pratama Arhan Hingga Jadi Sorotan Netizen, Kini Trending Topic di Twitter
-
Ketika Asnawi Mangkualam Bela Pratama Arhan, Disebut Miskin Sama Marshella Aprilia: Dulu Dibiayai Cuaks
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Sesumbar Declan Rice Jelang Lawan Ghana: Inggris Bisa Libas Siapa Pun di Piala Dunia 2026
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
4 Orang Keroyok Pria di Siantar hingga Tewas Menyerahkan Diri
-
Kisah Inspiratif Nasabah PNM, Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026
-
Pelatihan Militer untuk Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Apa Urgensinya?
-
Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar, KPK Mulai Bidik Pengisian Kuota PT Makassar Toraja
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
BEM Unsri Akhirnya Turun Aksi Kritisi Pemerintahan Prabowo, Bawa 8 Tuntutan