Mandeknya kompetisi sepak bola putri Indonesia menyajikan sejumlah fakta yang menyedihkan. Sebab, dibandingkan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) lainnya, Indonesia masuk kategori yang paling buruk.
Apabila membandingkan kompetisi antarnegara ASEAN dan jumlah kontestannya, maka Indonesia tak bisa berbuat apa-apa karena tak bisa disandingkan dengan negara-negara tersebut.
Saat ini, kompetisi sepak bola putri di Thailand dan Filipina menjadi wadah yang paling semarak di Asia Tenggara. Sebab, di dua negara ini, kompetisinya diikuti sebanyak 10 klub sepak bola putri.
Sementara itu, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Singapura sama-sama memiliki kompetisi sepak bola putri yang diramaikan oleh delapan klub peserta. Adapun Malaysia, Myanmar, dan Timor Leste menggelar kompetisi yang diikuti enam kontestan.
Dibandingkan negara-negara di atas, Indonesia memang nasibnya paling miris. Bahkan, statusnya serupa dengan Brunei Darussalam yang sama-sama tak mempunyai kompetisi sepak bola putri.
Sebetulnya, PSSI pernah menyelenggarakan kompetisi sepak bola putri bertajuk Liga 1 Putri pada 2019 lalu. Sayangnya, itu menjadi musim pertama sekaligus terakhir bagi perhelatan tersebut.
Sebab, sejak saat itu, PSSI selalu batal menyelenggarakan Liga 1 Putri. Pada musim 2020 dan 2021, kompetisi ini batal digelar karena alasan pandemi Covid-19.
Adapun pada musim 2022 dan 2023, pihak federasi juga masih belum memberikan kejelasan soal titik terang penyelenggaraan kompetisi sepak bola putri.
Hal ini tentu memunculkan pertanyaan besar di kalangan publik. Keseriusan PSSI membantu pengembangan sepak bola putri di Indonesia semakin diragukan karena tak ada inisiatif apa pun.
Baca Juga: 3 Penyerang Keturunan yang Bisa Dijajal Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia
Padahal, kompetisi menjadi sarana penting untuk membangun tim nasional yang tangguh. Tanpa adanya kompetisi, para pesepak bola putri Indonesia akan kesulitan mengembangkan potensinya.
Berikut jumlah klub di masing-masing liga sepak bola putri Asia Tenggara seperti dikutip dari @theaseanfootball:
10 Klub: Thailand, Filipina
8 Klub: Kamboja, Laos, Vietnam, Singapura
6 Klub: Malaysia, Myanmar, Timor Leste
Tidak Ada Kompetisi: Indonesia dan Brunei Darussalam
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Scorpio Saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG, Tapi Akar Masalahnya Belum Tersentuh
-
Profil Risya Azzahra Natakusumah, Anak Wakil Gubernur Banten yang Viral di X
-
Apakah Cushion OMG Cocok untuk Kulit Berjerawat? Kenali Klaimnya sebelum Membeli
-
Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?
-
Beli Pulsa dan Paket Data Indosat di BRImo Dapat Cashback 10 Persen
-
Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Pemimpin yang Tak Bekerja
-
Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem
-
Kaget Tiga Kepala Dinas Ikut Diperiksa KPK, Ini Dalih Plt Bupati Sukoharjo
-
Review Good Partner: Saat Berpisah Ternyata Bisa Jadi Bentuk Tanggung Jawab