Naturalisasi pemain Timnas Indonesia terus jadi pembahasan. Setelah posisi bek, Skuad Garuda diisukan melirik penyerang keturunan berkualitas.
Sejauh ini, pemain keturunan yang dinaturalisasi berposisi sebagai pemain belakang dan gelandang. Sebut saja Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama yang bermain di posisi bek, kemudian ada Marc Klok hingga Ivar Jenner di lini tengah.
Hingga kini, pemain depan yang dinaturalisasi baru Rafael Struick. Sedangkan, ada sejumlah pemain keturunan yang dianggap mumpuni menjadi penyerang.
Berikut tiga opsi penyerang keturunan yang bisa dilirik untuk naturalisasi Timnas Indonesia.
1. Delano Ladan
Delano Ladan adalah eks pemain Feyenoord Rotterdam berdarah Indonesia. Hal ini terungkap dalam unggahan akun Instagram @futboll.indonesiaa. Dalam sebuah unggahan, akun tersebut mengungkap jika Delano Ladan sangat tertarik membela Indonesia.
Bahkan Delano Ladan terang-terangan mengirimkan pesan langsung ke akun Ketum PSSI Erick Thohir demi bisa dinaturalisasi.
Saat ini, Delano Ladan bermain di klub Liga 2 Belgia. TOP Oss. Musim ini, ia baru mencetak satu gol dari 10 pertandingan yang dilakoni.
Pemain yang berposisi sebagai striker ini memiliki tinggi 187 cm. Ia kelahiran 9 November 2004 di Belanda, tapi dikabarkan neneknya berasal dari Bandung, Jawa Barat.
Perjalanan kariernya Mauro dimulai di Belanda dengan bergabung ke akademi AZ Alkmaar Youth. Ia lalu pindah ke akademi AFC Amsterdam dan mendapat promosi ke tim U-17 mereka. Zijlstra pada saat ini merupakan bagian dari skuad NEC Nijmegen U-21.
Zijlstra disebut sudah menyatakan siap membela Timnas Indonesia jika PSSI memberikan penawaran untuk dinaturalisasi.
Penyerang berusia 21 tahun milik klub Eredivisie Belanda, Vitesse, ini menjadi striker keturunan berikutnya yang dirumorkan bakal dinaturalisasi.
Masih berusia muda, Manhoef sudah tampil di tim senior Vitesse sejak tiga tahun lalu. Manhoef sudah mencatatkan 9 laga di Eredivisie dengan torehan 2 gol pada musim ini
Kontributor: Aditia R.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Terjebak Siasat Licik Chat WhatsApp: Jerit Pilu Siswi Pesisir Barat di Balik Dinding Kos
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi