Keputusan aneh tercipta di Liga Kamboja atau Cambodian Premier League kala penyerang asing milik Svay Rieng FC, Gabriel Silva Costa, disanksi 6 bulan larangan bertanding karena selebrasi.
Dinukil dari Khmer Times, sanksi tersebut diberikan kepada Gabriel Silva Costa karena selebrasi dengan pesan religi yang dilakukannya di laga Boeung Ket vs Svay Rieng, Sabtu (28/10) lalu.
Dalam laga tersebut, penyerang asal Brasil itu memamerkan pesan religi di balik jerseynya yang bertuliskan ‘100% Jesus’ usai mencetak gol di babak pertama.
Karena selebrasi itu, Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Kamboja (FFC) menjatuhkan sanksi larangan bertanding selama 6 bulan dan denda sebesar 500 dolar AS (Rp7,7 juta) pada hari Selasa (31/10).
Dilansir dari sumber yang sama, Komite Disiplin FFC menganggap pesan tersebut sebagai penyebaran agama yang melanggar pasal 41 FFC dan pasal 58,1 soal etika dan disiplin AFC.
Dalam pasal tersebut, disebutkan bahwa pemain sepak bola dilarang mengenakan tanda keagamaan atau politik saat bermain di lapangan selama bertanding.
Sontak sanksi ini pun membuat Svay Rieng mengeluarkan pernyataan resmi yang menentang keputusan Komite Disiplin FFC terhadap pemainnya.
Bahkan, Svay Rieng sempat mengancam akan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) karena sanksi terhadap Gabriel Silva Costa itu.
Hukuman Dikurangi
Baca Juga: Pulih Cepat dari Cedera, Pemain Berbanderol Rp26 Miliar Beri Kabar Baik ke Timnas Indonesia
Setelah menjadi polemik di kancah sepak bola Kamboja, Komite Disiplin FFC pun kemudian mengurangi hukuman kepada Gabriel Silva Costa.
Polemik tersebut didengungkan oleh Svay Rieng dan para pendukungnya yang menganggap hukuman kepada bintangnya itu adalah hukuman memalukan
Hukuman semula berupa sanksi selama 6 bulan larangan bertanding pun dikurangi menjadi larangan bertanding sebanyak 1 pertandingan saja, seperti laporan @theaseanfootball di Instagram.
Sejatinya adanya permasalahan soal pesan religi di sepak bola Kamboja bukanlah barang baru. Pada SEA Games 2023 lalu, Timnas Indonesia U-22 pun sempat menjadi gunjingan.
Pada gelaran SEA Games 2023 kemarin, Timnas Indonesia U-22 kerap berselebrasi dengan bersujud di atas lapangan entah itu pemain maupun ofisial tim dan pelatih.
Selebrasi sujud itu dianggap sebagai selebrasi mencium atau menyembah rumput, yang dianggap membuat Timnas Indonesia U-22 berhasil meraih medali emas di SEA Games 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?