Sebuah fakta terungkap dari sosok pengamat sepak bola kenamaan, Justinus Lhaksana atau Coach Justin, yang ternyata pernah membawa pemain Indonesia bergabung klub Jepang. Siapa dia?
Bukan rahasia lagi jika pengamat sepak bola di Indonesia kerap menjadi bahan cemoohan banyak pihak karena kritik-kritik pedas yang diberikannya.
Hal tersebut berlaku untuk Coach Justin yang memang kerap mengeluarkan kalimat pedas saat mengkritik suatu tim, terutama Timnas Indonesia.
Karena kritikan pedasnya itu, banyak pihak yang geram dan bertanya-tanya mengenai kontribusinya di kancah olahraga sehingga punya ‘mulut besar’ untuk melayangkan kritikan ke profesional.
Tapi semua itu dipatahkan oleh Coach Justin yang ternyata punya lisensi kepelatihan dari KNVB atau federasi sepak bola Belanda dan pernah menjadi pelatih Timnas Futsal Indonesia.
Baru-baru ini, Coach Justin kembali memberikan kritikan pedas yang dilancarkan untuk pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan.
Dalam acara bincang-bincang bersama kanal YouTube Sport77 Official, pria berusia 56 tahun itu menyebut bahwa Pratama Arhan lebih banyak posting atau sibuk di media sosial ketimbang bermain bagi klubnya, Tokyo Verdy.
“(Pratama) Arhan kebanyakan posting di sana (Jepang),” sindir Coach Justin dalam acara bincang-bincang bersama Riphan Pradipta dan Mamat Alkatiri itu.
“Sebenarnya (kata) posting itu agak sarkas lah, tapi lebih karena dia (Arhan) jarang bermain di Jepang,” lanjut Coach Justin menanggapi pertanyaan soal sindirannya itu.
Baca Juga: Sama-sama Berkarier di Korea, Megawati Hangestri Singgung Asnawi Mangkualam
Menyadari sindiran keras itu akan menjadi kontroversi di kalangan penggemar Timnas Indonesia, terutama Pratama Arhan, Coach Justin pun membeberkan fakta menarik mengenai kiprahnya di sepak bola.
Coach Justin menceritakan pengalamannya yang ternyata pernah membawa pemain Indonesia ke Jepang. Adapun pemain yang dibawanya berkarier di negeri Sakura adalah Stefano Lilipaly.
“Lu tahu ini pengalaman pribadi gua, karena gua yang bawa (Stefano) Lilipaly ke Jepang. Lu boleh tanya Stefano gua yang nawarin dia ke klub Jepang,” kata Coach Justin.
Lalu Coach Justin pun membuka fakta miris mengenai klub-klub Jepang yang menurutnya membutuhkan pemain Indonesia untuk ekspos semata.
“Oke kasusnya Stefano ga main 2 tahun dia cabut, (Irfan) Bachdim masuk di klub yang sama ga main juga, sekarang Arhan ga main juga, jadi klub Jepang itu butuh kita (Indonesia) untuk ekspos,” ucapnya.
Coach Justin kemudian melanjutkan, berkaca dari ketiga pemain yang berkarier di Jepang itu, ia menyarankan agar pemain Indonesia lainnya tak berkarier di negeri Sakura dan berkarier di Korea Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan!
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap