/
Rabu, 29 November 2023 | 12:49 WIB
Pelatih anyar Timnas Thailand, Masatada Ishii ((X/@TL_Central))

Di tahun 2016 pula, Ishii membuat kejutan dengan membawa Kashima Antlers menembus final Piala Dunia Antarklub. Sayangnya, timnya kalah di final dari Real Madrid lewat adu penalti usai bermain imbang 2-2.

Pada 2017, Ishii masih sempat membawa Kashima Antlers menjuarai Piala Super Jepang. Tapi penampilan buruk timnya membuatnya dipecat pada Mei 2017.

Usai dipecat, Ishii sempat menganggur beberapa bulan. Barulah di November 2017, Ishii menukangi tim yang pernah ia bela, yakni NTT Kanto yang telah berubah nama menjadi Omiya Ardija.

Kiprahnya di Omiya Ardija tak berjalan mulus. Target untuk lolos ke J1 League tak mampu dicapainya, usai timnya hanya finis di peringkat kelima J2 League 2018.

Alhasil, Ishii pun mundur dari jabatannya dan memilih menganggur. Setahun berselang atau pada 2019, ia menerima pinangan tim Thailand, Samut Prakan City.

Kepindahannya ke Thailand ini pun menjadi titik balik bagi karier kepelatihan Ishii. Meski tak mampu meraih gelar, ia membawa Samut Prakan City konsisten bersaing di papan atas.

Pada Desember 2021, Ishii pun dipinang oleh Buriram United. Kepindahan ini pun kemudian dibarengi deretan prestasi mentereng bagi karier kepelatihannya.

Di musim pertamanya di Buriram United, Ishii mampu meraih Treble Winner di kancah domestik yakni juara Liga Thailand, Piala FA Thailand, dan Thai League Cup.

Lalu di musim keduanya yakni musim 2022/2023, Ishii kembali membawa Buriram United meraih Treble Winner secara Back to Back di kancah domestik.

Baca Juga: Tokyo Verdy Selangkah Lagi Promosi, Nasib Pratama Arhan Belum Jelas

Kiprah ini yang membuat Ishii pun menarik atensi FA Thailand dan menunjuknya sebagai pelatih Gajah Perang menggantikan Mano Polking.

Usai ditunjuk per 22 November 2023 kemarin, Ishii baru akan menjalani debutnya bersama Timnas Thailand pada awal tahun 2024 yakni melawan negara asalnya, Jepang, di laga persahabatan.

(Felix Indrajaya)

Load More