Suara.com - Semifinal turnamen Rio Open di Brasil didominasi oleh para petenis Spanyol, yaitu Rafael Nadal, Pablo Andujar dan David Ferrer. Hanya ada satu tempat di putaran empat besar itu yang diduduki petenis Ukraina, yaitu Alexandr Dolgopolov.
Yang lebih menyolok lagi adalah bahwa Nadal, Andujar dan Dolgopolov, tergolong menang mudah di perempat final. Total, mereka bertiga hanya kehilangan lima game dari tiga pertandingan yang dimainkan Jumat (21/2/2014) waktu setempat.
Nadal yang adalah petenis peringkat teratas dunia, menang mudah atas petenis Portugal, Joao Sousa, dengan hanya kehilangan satu game. Tepatnya, dia menang dengan skor 6-1 dan 6-0, dalam laga yang memakan waktu 1 jam 17 menit.
Sementara itu, Andujar juga ternyata mampu menang mudah atas rekan senegaranya, Tommy Robredo, dengan skor 6-1 dan 6-1. Hanya saja, tidak akan mudah bagi Andujar di semifinal nanti, karena ia giliran akan bertemu dengan Nadal.
Dolgopolov pun mencatatkan skor yang sama dengan Andujar, saat mengalahkan petenis Italia, Fabio Fognini, dengan 6-1 dan 6-1. Calon lawan sang petenis Ukraina di semifinal adalah Ferrer yang sempat agak sedikit kesulitan untuk melewati perempat final.
Bermain menghadapi petenis harapan tuan rumah, Thomaz Bellucci, Ferrer yang adalah pemain peringkat empat dunia itu harus menderita kekalahan di set pertama. Untungnya kemudian, dia bisa bangkit dan menguasai keadaan di dua set berikutnya, dan akhirnya menuntaskan laga dengan skor 4-6, 6-3 dan 6-3. (Scoresway)
Berita Terkait
-
Air Mata Nadal Warnai Laga Pamungkas di Piala Davis
-
Rafael Nadal Umumkan Pensiun dari Tenis, Kapan The Last Dance?
-
Tersingkir di French Open, Target Rafael Nadal Selanjutnya Tampil di Olimpiade 2024
-
Rafael Nadal Ingin Nikmati Setiap Momen Saat Kembali Beraksi di Barcelona Open
-
Belum Siap Berkompetisi, Rafael Nadal Mundur dari Qatar Open 2024
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang