Suara.com - Dana Corporate Social Responsibility (CSR) akan menjadi salah satu prasyarat atau pertanyaan utama kepada perusahaan -- terutama yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas (migas) -- sebelum melakukan operasi di suatu wilayah.
"CSR itu uang kecil bagi perusahaan-perusahaan migas. Uang recehan itu, tinggal bagaimana kita mendekatinya, mereka akan mau berikan dana CSR," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dalam rapat kerja (raker) DPR RI di ruang KK 1, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/3/2014).
Terutama bagi perusahaan yang akan bergerak di Papua, Jero mengatakan harus dipastikan dulu CSR yang akan mereka berikan kepada masyarakat sekitar, baik berupa listrik, fasilitas umum, fasilitas ibadah, maupun pendidikan.
"Tanya dulu berapa CSR-nya? Saya tak mau ada perusahaan dibangun, tapi desa-desa sekitarnya masih tetap miskin. Ini yang namanya menggunakan hati, untuk membangun Papua," kata menteri asal Bali itu.
Raker dipimpin Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso dan dua anggota DPR; Yoris Raweyai dari Partai Golkar dan Nasir Jamil dari PKS.
Raker ini setidaknya membahas dua hal, pertama tentang masalah implementasi UU 21/2006 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Kedua, membicarakan masalah implementasi UU 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.
Rapat juga dihadiri Mendagri, Menkeu, Menperin, Panglima TNI, Gubernur Aceh, Gubernur dan Ketua DPRD Papua Barat, PT BP Indonesia (BP Tangguh), Presiden Direktur PT Arun NGL, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?
-
Komitmen Keberlanjutan Berbuah Apresiasi Bergengsi di Ajang CSR 2026
-
Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi