Suara.com - Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyebut, krisis yang terjadi di Ukraina merupakan krisis terbesar di Eropa di abad ke-21. Hague juga mendesak agar Rusia segera menarik mundur pasukannya dari teritori Ukraina.
“Sangat sulit untuk membuat peringkat dalam kasus ini tetapi sudah pasti ini adalah krisis terbesar di Eropa di abad ke-21 dan untuk menyelesaikan masalah ini diperlukan upaya diplomatic,” kata Hague dalam wawancara dengan BBC.
Hague menambahkan, Rusia akan menanggung dampak yang signifikan apabila tetap mempertahankan tentaranya di Ukraina. Hague juga mengungkapkan, negara-negara Uni Eropa akan berdiskusi untuk mencari jalan keluar menyelesaikan krisis di Ukraina.
“Kami akan membahas masalah ini dengan Amerika Serikat, Jepang, Kanada dan negara lain. Dunia tidak mungkin membiarkan masalah ini terus berlarut-larut. Ketika ditanya apa yang akan dilakukan negara Barat terkait krisis di Ukraina, Hague mengatakan, Rusia tidak punya kewenangan untuk menempatkan tentaranya di Ukraina.
“Ketika mereka berada di luar area maka mereka harus bekerja sama dengan otoritas Ukraina. Rusia harus kembali ke situasi itu,” ujar Hague. (AFP/BBC)
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Dukung Asta Cita Prabowo Subianto, Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Melek Ketahanan Pangan
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut