Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit menyatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berhati-hati memajukan Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden 2014.
"Dengan mencalonkan Jokowi sebagai presiden, Megawati akan mengubah keputusan kongres," kata Arbi saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara.
Arbi memperkirakan Megawati akan mempertimbangkan banyak aspek untuk mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Jokowi menjadi presiden.
Pertimbangan tersebut meliputi, aspek dari internal partai terkait penggalangan suara dan aspek eksternal partai menyangkut apakah Jokowi memiliki banyak potensi.
Arbi menyebutkan Megawati sudah kehilangan momentum untuk mencalonkan diri menjadi presiden karena masyarakat sudah menganggapnya gagal memimpin negara.
Lebih lanjut, pakar politik ini mengatakan saat ini politik "kekeluargaan" sudah bukan masanya sehingga masyarakat tidak akan melihat latar belakang capres dari keluarga siapa.
Namun, Arbi menuturkan jika Jokowi menjadi capres, ketokohan Megawati masih berpengaruh sehingga akan terjadi kontraproduktif.
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang