Suara.com - AKBP Pamudji, Kepala Pelayanan Markas Polda Metro Jaya yang tewas di ujung peluru senjata api, dikenal warga sebagai seorang yang religius. Setiap Subuh, dia terkadang menyempatkan salat di masjid Al-Kautsar yang terletak tak jauh dari rumahnya.
"Beliau ini sebelum berangkat kerja kadang negur, kadang dia salat dulu baru berangkat," kata Imam Masjid Al-Kautsar sesaat sebelum memimpin salat jenazah, Rabu (19/3/2014).
Usai memimpin salat jenazah, Imam Masjid itu pun kemudian mendoakan almarhum agar almarhum meninggal dalam keadaan baik.
"Mudah-mudahan almarhum meninggal dalam keadaan baik, khair (baik)," kata sang imam.
"Khair-khair (baik-baik)," jawab jemaah yang hadir.
Setelah disalatkan, almarhum langsung dibawa ke di TPU Cijantung, Blok A.II untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman menggunakan upacara resmi dari kepolisian.
Upacara pemakaman ini dipimpin oleh Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Sujarno. Selama berjalannya proses pemakaman, keluarga dan anggota Polri lainnya tak dapat menutupi rasa duka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat
-
Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana
-
Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi
-
Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar
-
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen
-
Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat
-
Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan
-
Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha