Suara.com - Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap motif penembakan yang dilakukan Brigadir S kepada komandannya sendiri AKBP Pamudji di ruang piket Yanma Polda Metro pada, Selasa ( 18/3/2014), pekan lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto menjelaskan, kalau tersangka merasa tidak diapresiasi saat piket sendirian. Dalam kondisi seperti itu tersangka malah menerima teguran soal pakaian dinas.
"Kemudian juga masalah listrik, AC yang masih menyala, menjadi teguran kesekian kalinya kepada Brigadir Susanto. Dia mencoba menjelaskan namun merasa tidak ditanggapi dengan baik oleh korban," tambah Heru Pranoto di Polda Metro Jaya, Senin (24/3/2014).
Kepala Detasemen Markas (Kadenma) Polda Metro Jaya AKBP Pamudji sempat dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri. Hal itu merujuk kesaksian Brigadir S, sampai akhirnya bukti laboratorium dan autopsi mengungkap hal yang sebaliknya.
Pamudji tewas dengan dua tembakan di kepala. Diduga pada tembakan pertama masih meleset karena korban masih bisa sempat berteriak dan terdengar oleh saksi lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi
-
Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha
-
Tarif Transjakarta Diusul Rp 5.000, Transjabodetabek Rp 10.000
-
Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen
-
Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan
-
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor