Suara.com - Pilot Malaysia Airlines MH370, Zaharie Ahmad Shah dinilai dalam kondisi tidak layak untuk menerbangkan pesawat. Hal ini diungkapkan salah satu sahabat Zaharie kepada NZ Herald.
“Dia adalah salah satu pilot terbaik yang ada dan saya bukan ahli dalam hal medis tetapi masalah keluarga yang tengah dialami Zaharie membuat hatinya hancur.
Menurut saya, dengan kondisi itu dia tidak dalam kondisi yang layak untuk menerbangkan pesawat,” kata salah satu sahabat Zaharie yang meminta namanya tidak disebut.
Zaharie berpisah dengan istrinya meski mereka dikabarkan masih tinggal serumah. Pilot MH370 itu dikabarkan terlibat affair dengan perempuan lain. Inilah yang diduga membuat sang istri memutuskan untuk bercerai.
Sahabat Zaharie itu mengungkapkan, gagalnya rumah tangga membuat Zaharie kemungkinan melakukan aksi bunuh diri bersama ratusan penumpang MH370. Ini bukan kali pertama teori bunuh diri muncul dalam kasus hilangnya pesawat MH370. Teori ini pertama kali muncul ketika ditemukan fakta bahwa transponder di dalam kokpit dimatikan secara manual tidak lama setelah pesawat hilang dari radar.
Berdasarkan temuan terakhir, pesawat MH370 sempat terbang dengan ketinggian 43 ribu kaki hingga 45 ribu kaki setelah hilang dari radar. Seorang analis mengungkapkan, penerbangan di ketinggian 45 ribu kaki akan membuat oksigen menipis dan penumpang serta kru hanya punya waktu 12 menit sebelum akhirnya pingsan. (NZ Herald/Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan