Suara.com - Black box atau kotak hitam pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 diharapkan menjadi kunci dari misteri hilangnya pesawat tersebut. Namun, dikhawatirkan kotak hitam tersebut tidak bisa memberikan petunjuk apa-apa lantaran kemampuannya yang ternyata terbatas.
Sebuah sumber yang paham betul tentang kotak hitam mengatakan, perangkat itu menghapus hasil rekaman percakapan kokpit dan rekaman data penerbangan setiap dua jam sekali. Padahal, menurut informasi terakhir, pesawat sempat terbang selama 6 jam setelah hilang kontak dari menara kendali lalu lintas udara. Maka, tentu data rekaman di kotak hitam sudah terhapus beberapa kali dalam kurun 6 jam itu.
"Prinsipnya seperti itu karena secara normal hanya bagian terakhir dari (rekaman) penerbangan yang mengungkap penyebab kecelakaan," kata Honeywell Aerospace, perusahaan pembuat kotak hitam, seperti dikutip BBC.
Itu artinya, para penyidik kemungkinan tidak akan memecahkan misteri MH370. Pasalnya, mereka tidak bisa mengetahui apa yang terjadi di kokpit setelah menara kendali lalu lintas udara hilang kontak dengan pesawat. (The Strait Times)
Tag
Berita Terkait
-
Erupsi Anak Krakatau Bikin Maskapai Angkat Tangan, 20 Penerbangan Malaysia-Jakarta Batal Terbang
-
Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta Tanpa Bantuan Orang Dalam Bandara
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
Presiden Asosiasi Pilot Malaysia: Saya Sangat Malu Ada Pilot Selundupkan Narkoba ke Indonesia
-
Malaysia Airlines: Pilot yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Tidak Bawa Pesawat
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Sakit Jantung, Miss Austria Lucia Sisic Meninggal Dunia di Usia 22
-
Luhut Ungkap Skema Baru Bansos yang Tak Lagi Pakai Uang Tunai
-
Terjang Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Sigambal Dampingi UMKM hingga Naik Kelas
-
Cerita Soal Kunjungan Jokowi ke Arab, tapi Eks Menpora Dito Tak Ikut Rapat Lanjutan Soal Kuota Haji
-
Karhutla dan Budaya Menunggu Bencana: Mengapa Kita Tak Belajar Mencegah?
-
Bikin Glowing! Ini 4 Serum 10% Niacinamide yang Ramah di Kantong Mahasiswa
-
Target 5 Tahun Jakarta Bersih dari Kabel Udara
-
Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Gelondongan Kayu Banjir Sumut ke Kejari Sibolga
-
137 Pillars Suites Residences: Menginap di Bangkok dengan Rasa Seperti Pulang ke Rumah
-
Mengapa Wajah Terasa Perih dan Panas Saat Mengoleskan Pelembap di Kulit yang Iritasi?