Suara.com - Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga Charta Politika baru-baru ini, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan dua partai yang paling tak disukai masyarakat.
Menanggapi hal itu, politisi PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan survei itu tidak terbukti. Karena kenyataannya, kata dia, setiap kali PKS melakukan aksi massa, jumlah peserta yang datang banyak sekali.
"Jika PKS dibenci oleh masyarakat, mana mungkin anda datang ke tempat ini? Tentunya anda datang ke sini atas dasar cinta karena PKS terus bekerja bagi masyarakat," kata Hidayat dalam surat elektronik yang diterima suara.com, Senin (31/3/2014).
Lebih lanjut, Hidayat mengatakan partai politik seharusnya menjadi aktor utama bagi terselenggaranya pemilu yang berkualitas. Di sini partai politik harus berhasil menjalankan perannya untuk melakukan pendidikan politik bagi masyarakat sehingga politik menjadi sesuatu yang bermartabat.
Hidayat mengklaim partainya sudah berhasil menjalankan fungsi pendidikan politik.
"Kampanye PKS selalu ramai. Di dalamnya tidak ada intimidasi, money politics, apalagi black campaign. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan politik PKS berhasil," ujar Hidayat.
PKS optimistis kampanye bisa lebih berkualitas dengan wacana-wacana yang berkualitas.
Pemilu pada 9 April 2014 adalah ajang pembuktian bagi PKS. Apakah yang PKS lakukan selama ini berbekas di hati masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek