News / Nasional
Jum'at, 04 April 2014 | 12:23 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pelalawan, Riau [Antara/Taufan Razzak]

Suara.com - Satelit Terra dan Aqua kembali mendeteksi 19 titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau, meski menurut analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) daerah ini telah memasuki musim hujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menginformasikan pada Kamis (3/4/2014) malam, masih ada 19 hotspot yang tersebar di lima wilayah kabupaten/kota.

Hotspot terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hilir, yakni tujuh titik panas, dan disusul Pelalawan yang terdapat enam titik.

Kemudian tiga titik panas lainnya, menurut hasil pendeteksian satelit, berada di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Siak.

Sementara itu, satu titik panas lagi berada di Kabupaten Indragiri Hulu.

Untuk di Pulau Sumatera (termasuk di Riau) Satelit Terra dan Aqua mendeteksi 33 titik panas yang tersebar juga di Sumatera Utara dan beberapa provinsi lainnya.

Namun, Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 milik Amerika Serikat justru dikabarkan tidak lagi merekam keberadaan hotspot di seluruh wilayah Sumatera, termasuk Riau. (Antara)

Load More