Suara.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko membenarkan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang munculnya ancaman pembunuhan terhadap beberapa calon presiden yang akan mengikuti Pilpres 2014, salah satunya Joko Widodo (Jokowi).
"Memang benar dalam sidang kabinet kemarin, Presiden menyampaikan hal ini. Hal ini menjadi perhatian yang serius dari Presiden," kata Jenderal Moeldoko kepada wartawan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/4/2014).
Pengusutan kasus semacam itu, kata Moeldoko, menjadi tanggung jawab institusi Polri.
"Karena secara hukum TNI tidak mempunyai wewenang ini, di dalam hukum, TNI hanya melindungi presiden dan wakil presiden," katanya.
Terkait pengamanan pemilu, Moeldoko mengatakan telah memetakan daerah rawan konflik dengan dukungan data intelijen.
Ia mengategorikan konflik menjadi tiga, yakni low intensity conflict, medium intensity conflict, dan high intensity conflict.
Apabila masih di kategori low atau medium, katanya, ditangani institusi Polri.
"Kecuali kalau ada high intensity conflict, baru TNI juga ikut turun tangan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak