Suara.com - Sedikitnya 12 penumpang tewas ketika gerilyawan membom sebuah kereta api di 120km tenggara ibu kota provinsi Baluchistan Pakistan, Selasa (8/4/2014). Sumber di rumah sakit menyatakan, lebih dari 30 orang lainnya cedera .
Ledakan terjadi sehari setelah pertempuran antara pasukan keamanan dengan gerilyawan separatis Pakistan yang menewaskan 30 orang. Bom itu meledak di kereta api Jaffar Express tujuan Rawalpindi di gerbong pria, di kota Sibi.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Belum diketahui apakah peristiwa itu ada kaitannya dengan pertempuran beberapa waktu lalu.Selain kelompok separatis, gerilyawan juga beraksi di Baluchistan, perbatasan Iran dan Afghanistan.
"Api membakar gerbong setelah ledakan terjadi, menyebabkan banyak penumpang tewas," kata seorang petugas penyelamatan Menteri perkeretaapian Khawaaja Saad Rafique.
Para pejabat pemerintah tidak mengidentifikasi kelompok gerilyawan yang diperkirakan melakukan serangan itu. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok
-
Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?