Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) unggul tipis atas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam penghitungan suara Pemilu Legislatif di Berlin, Jerman. Jumlah suara untuk PKS tercatat 198 sementara PDIP sebanyak 197.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Berlin Amirichanto membuka secara resmi penghitungan suara pada pukul 13:12 di Aula KBRI Berlin, Rabu (9/4/2014) waktu setempat. Penghitungan atas pencoblosan yang telah dilakukan pada tanggal 5 April itu dihadiri masyarakat Indonesia yang tinggal di Berlin.
Sekretaris Ketiga Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, Laurie T. Malau, hari Kamis (10/4/2014), mengatakan jumlah total pemilih langsung adalah 577 orang.
Hasil penghitungan surat suara di Berlin adalah sebagai berikut.
1. PKS 198 suara,
2. PDIP 197 suara,
3. Partai Gerindra 51 suara,
4. PAN 35 suara,
5. Partai Demokrat 21 suara,
6. Partai NasDem 14 suara,
7. PBB 13 suara,
8. Partai Golkar 12 suara,
9. PPP 10 suara,
10. Partai Hanura 7 suara,
11. PKB 4 suara,
12. PKPI 3 suara, sedangkan surat suara tidak sah berjumlah 12 lembar.
Untuk memastikan akurasi penghitungan, teknik pencatatan penghitungan suara dilakukan dalam tiga metode. Pertama yaitu penulisan pada papan. Kedua, pencatatan oleh tim KPPSLN, serta yang terakhir adalah penayangan di layar. Rekapitulasi penghitungan seluruh surat suara Berlin, termasuk yang dikirim via pos, akan dilaksanakan pada tanggal 15 April mendatang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung