Suara.com - Bila menimbang hasil perolehan suara di Pemilu Legislatif, kecil kemungkinan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bisa mengusung sendiri Prabowo Subianto menjadi calon presiden. Kendati demikian, partai ini tidak akan menyerah.
Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi mengatakan karena perolehan suara di tahapan Pileg tidak cukup banyak, Partai Gerindra tetap berusaha mengejar dan mencapai suara lebih dari 20 persen dengan cara koalisi dengan partai lain. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden, syarat mengusung capres-cawapres yakni 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional.
"Awalnya, Gerindra berusaha tidak perlu koalisi untuk mengangkat Prabowo sebagai presiden," kata Suhardi di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2014).
Partai Gerindra, kata Suhardi, harus bisa mengusung Prabowo menjadi calon presiden di bursa Pilpres.
"Itu sudah merupakan harga mati," kata dia.
Suhardi optimistis upaya Partai Gerindra untuk menggalang dukungan dari partai lain akan berhasil, apalagi berdasarkan perolehan suara hasil Pileg, Gerindra menempati posisi tiga besar partai dengan suara terbanyak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya