Suara.com - Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengusulkan agar proses konvensi calon presiden Partai Demokrat dihentikan. Pasalnya, partai ini tak mampu memenuhi ambang batas parlemen, yakni 20 persen perolehan kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional. Bahkan, posisi Demokrat malah terlempar dari jajaran tiga besar partai dengan suara terbanyak di Pemilu Legislatif.
"Saya kira sebaiknya konvensi dihentikan saja. Agak sulit, karena itu mencari presiden, itu menurut saya. Sekarang kan partai tiga besar (PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra) berdasarkan perhitungan cepat, sudah memiliki capresnya masing-masing. Kita akan serahkan ke Majelis Tinggi, untuk menawarkan kepada calon-calon konvensi presiden, siapa yang benar-benar bisa, tentunya bukan menjadi presiden," kata Marzuki, Kamis (10/4/2014).
Ada 11 tokoh yang mengikuti konvensi capres Partai Demokrat. Mereka adalah Dino Patti Djalal, Gita Wirjawan, Ali Masykur Musa, Dahlan Iskan, Pramono Edhi Wibowo, Hayono Isman, Endriartono Sutarto, Marzuki Alie, Irman Gusman, Anies Baswedan, dan Sinyo Harry Sarundajang.
Marzuki Alie juga mengatakan bahwa Partai Demokrat sudah siap untuk mengalami kekalahan.
"Siap kalah adalah sebuah konsekuensi, itulah artinya demokrasi," kata dia.
Menurut hasil penghitungan cepat hasil Pileg yang dilakukan sejumlah lembaga survei, Partai Demokrat berada di posisi empat. Seperti hasil penghitungan lembaga survei Populi Center, Partai Demokrat tercatat hanya mendapatkan 6,75 persen suara secara nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya