Suara.com - Kisruh di PPP rupanya semakin meruncing menyusul langkah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang hadir dalam kampanye akbar Partai Garindra di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada musim kampanye Pileg 2014.
Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi yang dihubungi suara.com, Jumat (11/4/2014), menegaskan jika Suyadharma bisa diberhentikan oleh pengurus DPP tanpa melalui muktamar.
“Tidak tertutup kemungkinan diberhentikan kalau melanggar aturan partai,” tegas Emron.
Dia menjelaskan bahwa muktamar memberikan mandat bukan kepada ketua umum saja, melainkan kepada semua pengurus DPP.
“DPP itu kolektif kolegial, saya dan sekjen juga bisa diberhentikan,” katanya lagi.
Dia juga menilai apa yang dilakukan oleh Suryadharma Ali sudah merugikan citra partai dengan ikut berorasi bersama dengan partai lain.
“Tidak masalah kalau hanya datang, karena setiap fungsionaris itu bisa berkomunikasi dengan partai manapun. Tapi ini kan ikut berorasi. Itu bisa diartikan penggembosan namanya,” tutur Emron.
Menurutnya orasi yang dilakukan oleh Suryadharma tidak pantas karena berlangsung saat musim kampanye, dimana semua partai berkompetisi.
Surya juga juga dianggap bertindak sendirian tanpa berkoordinasi dengan pengurus DPP.
Sementara Suryadharma Ali sendiri menyatakan kalau PPP tetap solid. Dia mengganggap protes atas kehadirannya saat kampanye Gerindra sebagai dinamika internal PPP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat