Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kalau masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pembangunan tol akses menuju pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Salah satunya soal pembebasan lahan untuk pembangunan proyek ini, yaitu di kawasan Kali Baru, Jakarta Utara, dengan 11 Kepala Keluarga dan di Koja, Jakarta Utara dengan 34 Kepala Keluarga.
"Memang masih ada problem pembebasan tanah di bberapa titik, diselesaikan, di dua lokasi, tapi akan secepatnya kita selesaikan," kata Jokowi saat memantau proyek pembangunan tol, Rabu (16/4/2014).
Di lokasi yang sama, Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono menjelaskan, kendala pembebasan lahan itu. Di Jalan Jampea, Koja, warga meminta ganti rugi sebesar Rp35 juta per meter, sedangkan di Kali Baru meminta ganti rugi sebesar Rp12 juta.
"Kita sudah siapkan Rp10 juta untuk setiap warga di Jampea dan Rp1,9 juta untuk warga Kali Baru. Tapi begitu surat penetapan keluar nanti tidak akan ada negosiasi. Hari ini surat keluar besok langsung kita bongkar," kata Heru.
Diketahui, jalan akses menuju pelabuhan Tanjung Priok juga direncanakan sebagai bagian dari jaringan tol Jabodetabek yang terkoneksi dengan JORR (Jakarta Outer Ring Road), Tol Pelabuhan (Harbour Toll Road) serta Tol Dalam Kota (Jakarta Intra Urban Tollway).
Nantinya setelah JORR selesai, jalan tol dalam kota akan didominasi mobil-mobil kecil.?
?Tol Akses Tanjung Priok meliputi lima seksi, yakni E1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 kilometer, E2 Cilincing-Jampea (2,74 km), E2A Koja-Simpang Jampea (1,92 km), NS Link Simpang Jampea-Yos Sudaro (2,42 km) dan seksi NS Direct Ramp (1,1 km).
Nilai investasi dari akses jalan tol sepanjang 11,58 km ini mencapai Rp 4,5 triliun dan dibiayai pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan
-
Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong
-
Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN
-
Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat
-
Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?
-
Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat
-
Dipecat dari TNI, Hakim Sebut Dua Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus Khianati Rakyat
-
Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Driver Ojol Khawatir Pendapatan Makin Tergerus
-
Vonis Banding, Kerry Adrianto Kena Tambahan Uang Pengganti Rp 10,5 Triliun