Suara.com - Kemacetan panjang terlihat di jalur pantai utara (Pantura) ruas Kabupaten Karawang-Subang, Jawa Barat, pada liburan panjang bertepatan hari Jumat (18/4/2014).
Dari pantauan, kepadatan kendaraan sudah terlihat sejak memasuki jalur pantura menuju arah Cirebon, baik dari arah gerbang Tol Cikampek maupun dari jalan arteri Karawang. Kendaraan merayap di jalur itu.
Kemacetan ini terjadi akibat banyaknya kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju arah Cirebon melintasi jalur Pantura. Kondisi jalur Pantura Karawang-Subang yang masih rusak, ditambah adanya proyek perbaikan gorong-gorong di simpang Mandalawangi, Kecamatan Sukasari dan Ciasem Hilir, Subang.
Sejumlah sopir bus mengatakan, kepadatan di jalur Pantura wilayah Karawang-Subang itu tidak hanya terjadi pada musim libur panjang akhir pekan bertepatan libur Paskah. Hari-hari biasa setiap sore dan setiap libur akhir pekan juga terjadi kepadatan arus lalu lintas yang cukup berarti di jalur Pantura Karawang-Subang. (Antara)
"Setiap sore hari saja macet apalagi pada libur panjang seperti ini, yaa tambah macet," kata Dadang, seorang sopir bus jurusan Jakarta-Pekalongan, di Karawang.
Berita Terkait
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
Belajar Ikhlas dari Macet: Psikologi Bertahan Hidup di Jalanan Jakarta
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
AI di Balik Lampu Merah: Solusi Cerdas atau Sekadar Jargon Estetik Penambal Macet?
-
Benarkah Naik Transportasi Umum Bisa Efektif Kurangi Emisi?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara