- Proyek pembetonan jalan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dimulai sejak 12 Juli 2026 untuk memperbaiki kualitas jalan.
- Pengerjaan sepanjang 350 meter menyebabkan penyempitan lajur dan memicu kemacetan lalu lintas sepanjang 850 meter di lokasi.
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan personel untuk mengatur arus lalu lintas tanpa menerapkan rekayasa pengalihan jalan utama.
Suara.com - Proyek galian pembetonan jalan berlangsung di kawasan Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek tersebut menutup dua lajur di tengah Jalan Kebon Sirih dari arah Tanah Abang menuju Kwitang.
Area proyek itu membentang sepanjang kurang lebih 350 meter, mulai dari depan Gedung Telkom Indibiz hingga berujung di depan Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Akibat penutupan dua lajur tersebut, dari semula empat lajur kini hanya tersisa dua lajur yang dapat digunakan pengendara.
Penyempitan jalur ini pun memicu kemacetan sepanjang kurang lebih 850 meter, terhitung dari depan Gedung Bank Indonesia hingga area depan Gedung DPRD DKI Jakarta.
Salah satu pekerja proyek menjelaskan bahwa pembetonan dilakukan untuk meningkatkan kualitas jalan yang selama ini sering rusak dan berlubang.
Proyek yang baru dimulai sejak Minggu (12/7/2026) itu direncanakan rampung pada Agustus 2026 mendatang.
"Baru dua hari, baru kemarin Minggu. Ini rencananya nanti gantian, sekarang yang tengah dulu dikerjain, habis itu yang samping sampingnya, dua jalur dua jalur pengerjaannya," kata pekerja tersebut.
Menyikapi kemacetan yang terjadi, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah mengerahkan sejumlah personel untuk mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Beton di Cikoko, Tak Ada Penumpang di Dalamnya
Komandan Kompi (Danki) Pengaturan Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta, Wahyu, menyebut penanganan arus kendaraan menjadi fokus pihaknya.
Sementara pengerjaan fisik sepenuhnya merupakan kewenangan Dinas Bina Marga.
"Karena dari laporan dan pantauan dilihat di situ ada kemacetan dan kepadatan, ya kami taruh personel. Saat ini, sudah ada beberapa personel di lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas," ujar Wahyu.
Wahyu memastikan tidak ada rekayasa maupun pengalihan arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, meski laju kendaraan tersendat akibat penyempitan lajur.
"Kalau untuk pengalihan nggak ada, kan hanya penyempitan ya. Tetap kan bisa dilewati, hanya tadinya mungkin empat jalur jadi tinggal dua jalur di kanan-kiri, karena posisi pengerjaan itu ada di tengah-tengah," jelasnya.
Namun guna menghindari penumpukan kendaraan yang lebih parah, terutama pada jam pulang kerja, Wahyu menyarankan pengendara dari arah Tanah Abang menuju Kwitang atau Tugu Tani untuk mencari jalan alternatif melalui Bundaran Patung Kuda dan Jalan Medan Merdeka Selatan.
"Untuk alternatif mau tidak mau harus tekuk kiri dulu, masuk putaran Patung Kuda arah Gambir, nanti kan tembusnya di Tugu Tani. Kalau mau tetap lewat (Jalan Kebon Sirih) juga tetap bisa dilewati, cuma terhambat sedikit, tersendat gitu," tutup Wahyu.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan
-
Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
-
Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online
-
Fitur Darurat yang Jadi 'Biang Kerok' Salah Paham Pengguna Jalan, Sisi Gelap Penggunaan Hazard Motor