Suara.com - Enam dari 28 pekerja Jakarta International School (JIS) Pondok Indah yang dipaksa Polda Metro Jaya untuk diperiksa darah dan cairan tubuhnya ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, terindikasi menderita herpes.
"Untuk sementara ini ada 6 orang yang kita indikasikan menderita penyakit herpes. Jadi kemungkinan kita akan melakukan penyidikan secara mendalam kepada yang bersangkutan," Kata Kapolda Metro Jaya Dwi Priyatno di Mapolda, Jakarta, Jumat (25/4/2014).
Kapolda juga menyampaikan belum menjadawalkan pemeriksaan serupa kepada para guru di JIS seperti halnya terhadap para pekerja cleaning service.
"Untuk sementara ini kita melokalisasi 28. Dari 28 itu ada yang punya penyakit, ada bakterinya, herpesnya, virus. Kemungkinan besar anak ini tertular dari situ. Kita akan melakukan crosscheck secara medalam," terang Dwi lagi.
Saat ini sudah ada dua tersangka kasus pelecehan seksual ini, dan sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Keduanya adalah Agun dan Awan yang juga pegawai cleaning service di JIS.
Sebelumnya polisi sudah menetapkan dua tersangka yaitu, Agun dan Virjiawan alias Awan. Keduanya sudah ditahan di Mapolda Metro Jaya sejak 4 April lalu dan diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?