Suara.com - Sekawanan lumba-lumba melindungi seorang perenang jarak jauh dari serangan hiu. Peristiwa itu terjadi saat si perenang sedang melakukan renang sejauh 25 kilometer menyeberangi Selat Cook, Selandia Baru.
Adam Walker, demikian nama perenang jarak jauh tersebut. Saat sedang melakukan renang jarak jauh melintasi Selat Cook 22 April lalu, seekor hiu putih berenang di bawahnya. Jelas, kehadiran hiu putih tersebut mengancam keselamatan Walker. Namun yang terjadi berikutnya sungguh tidak disangka oleh perenang itu.
Sekawanan lumba-lumba tiba-tiba berenang mengelilingi Walker, seolah tahu si perenang sedang dalam bahaya. Kawanan yang terdiri atas 10 ekor lumba-lumba itu terus berenang di sekitar Walker sampai akhirnya, hiu putih itu berenang menjauh.
Walker memposting foto-foto lumba-lumba penyelamatnya di laman Facebooknya sehari setelah peristiwa tersebut.
"Saya menganggap mereka melindungi dan menuntut saya pulang!!!" tulis Walker di laman Facebooknya.
Selat Cook adalah salah satu lautan yang diseberangi Walker dalam rangkaian tantangan Ocean's Seven. Tantangan itu ia lakukan untuk menggalang dana bagi organisasi non profit Konservasi Paus dan Lumba-lumba. Untuk merampungkan tantangan tersebut, Walker telah menyeberangi Selat Inggris, Selat Gibraltar, Selat Molokai, Selat Catalina dan Selat Tsugaru. Renang terakhirnya akan dilakukan Agustus mendatang dengan menyeberangi Selat Utara, perairan yang memisahkan Irlandia Utara dan Skotlandia. (Huffington Post)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg