- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui fasilitas RDF Rorotan bermasalah teknis sejak kapasitas melebihi 750 ton per hari.
- Pramono menyatakan sumber bau signifikan berasal dari rembesan air lindi saat proses pengangkutan sampah menuju lokasi RDF.
- Pemprov DKI Jakarta membatasi kapasitas operasi menjadi 750 ton/hari dan mengganti armada pengangkut untuk mengatasi bau.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali buka suara terkait masalah aroma tidak sedap yang bersumber dari fasilitas pengolah sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara.
Pramono mengakui bahwa operasional fasilitas pengolahan limbah menjadi bahan bakar alternatif tersebut saat ini memang tengah menghadapi kendala teknis yang cukup serius.
"Kami menyadari adanya tantangan dalam implementasinya," ujar Pramono Anung di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, gangguan aroma tidak sedap tersebut baru muncul secara signifikan ketika kapasitas pengolahan dipacu melampaui batas tertentu.
"Memang ketika kapasitasnya 750 ton per hari, itu tidak ada bau. Tapi begitu dinaikkan sampai dengan 1.000 ton, sebagian kecil ada bau," papar Pramono Anung menjelaskan situasi di lapangan.
Selain persoalan di dalam pabrik, Pramono juga menjelaskan kembali mengenai rantai logistik pengangkutan sampah yang menjadi pemicu utama pencemaran aroma di sepanjang jalur menuju lokasi.
"Persoalan bau yang utama sebenarnya adalah di pengangkutan, karena air lindinya yang tercecer ke mana-mana," lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tinggal diam dan telah melakukan koordinasi internal untuk meredam keresahan masyarakat di sekitar Rorotan.
"Kami sudah rapat secara khusus. Saya sudah minta sementara ini untuk commissioning-nya tidak lebih dari 750 ton per hari, dan digunakan dump truck yang baru," tegasnya.
Baca Juga: Melihat Wajah Baru Pasar Kombongan Usai Direvitalisasi
Langkah pembatasan beban kerja mesin serta pembaruan armada pengangkut diharapkan dapat menghilangkan rembesan air lindi yang menjadi penyebab utama polusi udara.
Mantan Sekretaris Kabinet ini memastikan seluruh jajaran terkait bekerja ekstra untuk menjamin teknologi ramah lingkungan tersebut tidak menjadi beban bagi warga sekitar.
"Hal ini sedang kami tangani secara serius," pungkas Pramono mengakhiri keterangannya.
Persoalan RDF Rorotan sebelumnya juga mendapat sorotan dari Komisi D DPRD DKI Jakarta, yang menilai masalah bau tersebut menjadi indikator belum matangnya perencanaan program.
Berita Terkait
-
Melihat Wajah Baru Pasar Kombongan Usai Direvitalisasi
-
KUIS: Seberapa Update Kamu soal Ivar Jenner? Buktikan Kemampuanmu di Sini
-
Profil Katerina Zhidkova Pemuncak Top Skor Proliga 2026: Catatkan 185 Poin Kalahkan Megatron
-
Dewa United dan Persija Jakarta Rebutan Ivar Jenner?
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas